Tim nasional Belgia dipastikan menghadapi tantangan berat dalam lanjutan babak penyisihan Grup E Piala Dunia 2026. Kekuatan lini serang mereka akan berkurang signifikan karena absennya pemain sayap lincah, Jeremy Doku, pada laga krusial melawan Iran. Pertandingan yang sangat menentukan bagi Red Devils ini akan digelar di Stadion Los Angeles, California, pada Senin (22/6/2026) dini hari, pukul 02.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah tim medis Belgia merekomendasikan Doku untuk beristirahat total demi memulihkan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya prima.
Doku, yang merupakan andalan di klub raksasa Inggris, Manchester City, terpaksa harus menepi akibat gangguan kesehatan yang dialaminya. Pelatih kepala Belgia, Rudi Garcia, menegaskan bahwa prioritas utama tim adalah keselamatan sang pemain. Garcia menyatakan bahwa Doku tidak dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi Iran, dan memaksakan dirinya bermain berpotensi menimbulkan risiko cedera yang lebih serius atau penurunan performa yang signifikan di turnamen sebesar Piala Dunia.
"Dia tidak bisa bermain dan kami akan tampil tanpa dirinya," tegas Garcia dalam konferensi pers yang dilansir dari Bola. Pelatih asal Prancis ini menambahkan bahwa tim kepelatihan tidak mau mengambil risiko dengan menurunkan pemain yang belum mencapai kebugaran 100 persen. Keputusan untuk tidak memainkan Doku sudah diambil sejak Jumat malam, menyusul evaluasi mendalam dari tim medis.
"Saya sudah mengetahui sejak Jumat malam bahwa dia tidak akan bermain. Saya tidak ingin memaksakan pemain tampil jika secara medis belum siap untuk bertanding," lanjut Garcia, menekankan komitmennya terhadap kesejahteraan atlet.
Kondisi fisik Jeremy Doku memang menjadi perhatian khusus dalam beberapa pekan terakhir. Pemain berusia 24 tahun ini dilaporkan berjuang melawan masalah pernapasan. Meskipun sempat memaksakan diri bermain penuh selama 86 menit saat Belgia ditahan imbang 1-1 oleh Mesir dalam laga pembuka Grup G di Seattle pada 15 Juni lalu, kondisi kesehatannya mengalami pasang surut.
Menurut Garcia, grafik pemulihan Doku sempat menunjukkan perkembangan positif menjelang pertandingan perdana. Namun, intensitas tinggi pertandingan melawan Mesir tampaknya kembali membebani kebugarannya. "Dia baik-baik saja dan mampu bermain melawan Mesir. Namun setelah itu ada naik dan turun dalam proses pemulihannya. Tim medis memutuskan untuk mengambil langkah lebih lanjut agar dia bisa pulih sepenuhnya," jelas Garcia.
Absennya Doku tentu menjadi pukulan telak bagi Belgia. Kecepatan, dribbling memukau, dan kemampuan menciptakan peluang dari pemain ini kerap menjadi senjata andalan tim. Pengalamannya bermain di level tertinggi bersama Manchester City juga memberikan dimensi taktis yang penting bagi Red Devils. Kehilangan Doku akan memaksa Rudi Garcia untuk melakukan penyesuaian strategi, baik dalam pemilihan pemain maupun pola permainan, menghadapi Iran yang diprediksi akan tampil ngotot.
Pertandingan melawan Iran bukan hanya sekadar perebutan poin, tetapi juga menjadi momentum krusial bagi Belgia untuk mengamankan langkah mereka di babak selanjutnya. Hasil imbang melawan Mesir di laga pertama menempatkan mereka dalam posisi yang sedikit tertinggal dari tim-tim lain di Grup E. Oleh karena itu, kemenangan menjadi harga mati demi menjaga asa lolos ke fase gugur.
Situasi Doku di luar lapangan juga sempat menjadi sorotan. Sang pemain dikabarkan berencana untuk mendampingi istrinya yang diprediksi akan melahirkan anak pertama mereka pada awal Juli mendatang. Meskipun hal ini bersifat personal, namun isu kehamilan dan potensi kelahiran anak pertama bisa saja sedikit mempengaruhi fokus dan konsentrasi pemain, terlebih jika ia merasa perlu untuk lebih dekat dengan keluarga di momen-momen penting tersebut. Namun, prioritas utama yang ditekankan oleh tim pelatih adalah masalah kesehatan dan kebugaran fisik.
Absennya Doku membuka peluang bagi pemain lain untuk unjuk gigi. Pelatih Rudi Garcia kemungkinan akan mengandalkan pemain-pemain seperti Leandro Trossard, Yannick Carrasco, atau Dries Mertens untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Doku. Kesiapan mental dan performa mereka di level klub akan menjadi faktor penentu. Garcia perlu memastikan bahwa timnya tetap solid dan mampu tampil maksimal meskipun kehilangan salah satu pemain kunci.
Pertandingan melawan Iran ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad Belgia. Tanpa Jeremy Doku, Red Devils dituntut untuk menunjukkan karakter juara mereka dan membuktikan bahwa mereka tetap menjadi tim yang tangguh dan mampu bersaing di Piala Dunia 2026. Dukungan dari para penggemar dan semangat juang yang tinggi akan menjadi modal penting bagi Kevin De Bruyne dan kawan-kawan untuk meraih hasil positif di Los Angeles. Kemenangan akan menjadi jawaban terbaik atas keraguan yang mungkin muncul akibat absennya Doku.











