Moskow, Rusia – Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov, kini resmi masuk dalam daftar buronan internasional Rusia. Langkah ini diambil menyusul dakwaan yang dilayangkan oleh pihak berwenang Rusia terkait dugaan keterlibatan dalam membantu aktivitas terorisme.
Pihak Rusia menuding Durov dan perusahaannya telah menyediakan platform yang digunakan untuk menyebarkan konten-konten yang berkaitan dengan aksi terorisme. Tuduhan ini menjadi dasar bagi Kementerian Dalam Negeri Rusia untuk memasukkan nama Durov ke dalam daftar pencarian orang.
Informasi mengenai penetapan Durov sebagai buronan internasional ini pertama kali diumumkan pada Sabtu, 13 April 2024. Namun, detail spesifik mengenai kapan dakwaan ini diajukan dan bukti-bukti yang mendasarinya belum sepenuhnya diungkapkan ke publik.
Telegram, aplikasi pesan instan yang didirikan oleh Pavel Durov, dikenal karena fitur enkripsi end-to-end yang kuat dan fokus pada privasi pengguna. Aplikasi ini telah berkembang pesat dan kini memiliki ratusan juta pengguna aktif di seluruh dunia, termasuk di Rusia. Namun, fitur keamanan yang dimilikinya juga kerap dikritik karena berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pavel Durov atau perwakilan Telegram mengenai penetapannya sebagai buronan oleh Rusia. Pihak Telegram sendiri seringkali menegaskan komitmennya untuk menjaga privasi pengguna dan menolak permintaan akses data pengguna kecuali ada perintah hukum yang jelas dan spesifik.
Langkah Rusia ini berpotensi menimbulkan ketegangan diplomatik dan hukum antara kedua negara, terutama mengingat jangkauan global Telegram. Nasib Pavel Durov dan operasional Telegram di Rusia kini menjadi perhatian banyak pihak.
