Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
BERITA

Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Meninggal Dunia Akibat Ledakan KMP Aceh Hebat 2

Oleh Wibowo June 22, 2026 3 weeks lalu 0 komentar

Banda Aceh – Kabar duka menyelimuti dunia pelayaran Indonesia. Fahri Herdi Eko (19), salah seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, yang menjadi korban ledakan mesin Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu malam, 21 Juni 2020. Fahri menghembuskan napas terakhirnya di ruang Intensive Care Unit (ICU) 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh, setelah berjuang melawan luka bakar yang dideritanya.

Menurut keterangan Kabag Humas RSUD Zainoel Abidin, Rahmadi, Fahri meninggal dunia di hadapan keluarga dan perawat sekitar pukul 22.50 WIB. Kondisinya yang menurun drastis pada malam itu mengharuskan pemeriksaan ulang, namun upaya medis yang dilakukan tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Peristiwa nahas ini bermula pada Jumat, 12 Juni 2020, ketika terjadi ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2. Kapal penyeberangan yang melayani rute Banda Aceh–Sabang ini sedang dalam posisi bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, saat insiden tersebut terjadi. Ledakan itu menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar serius.

Sebanyak 14 dari 15 korban adalah mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati, termasuk Fahri Herdi Eko. Satu korban lainnya adalah anak buah kapal (ABK) KMP Aceh Hebat 2. Seluruh korban segera dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Setelah pelaksanaan fardhu kifayah di kamar jenazah RSUD Zainoel Abidin, jenazah Fahri kemudian disalatkan di Masjid Raudhatul Jannah rumah sakit tersebut. Sekitar pukul 01.50 WIB, jenazah Fahri dibawa pulang ke rumah duka di Medan, Sumatera Utara, menggunakan ambulans. Rahmadi menyampaikan doa agar almarhum diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai operator kapal penyeberangan, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Fahri Herdi Eko. General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengungkapkan simpati yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan mendoakan agar diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.

"Sejak awal kejadian, perhatian dan fokus utama perusahaan memang tertuju pada penanganan dan pemulihan para korban. ASDP terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada para korban dan keluarga, termasuk memastikan kebutuhan penanganannya," ujar Andri Setiawan. Ia menambahkan bahwa ASDP akan terus hadir memberikan dukungan dan pendampingan kepada keluarga almarhum serta korban lainnya yang masih menjalani perawatan.

ASDP juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga medis, petugas pelabuhan, aparat keamanan, dan semua pihak yang telah sigap membantu proses penanganan insiden ini sejak awal.

Perusahaan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang. Tujuannya adalah untuk mengungkap fakta dan penyebab pasti dari insiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 ini. Andri Setiawan menegaskan bahwa ASDP menghormati proses yang sedang berlangsung dan berkomitmen menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari upaya penguatan aspek keselamatan operasional di masa mendatang.

Insiden ledakan di kapal penyeberangan ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga korban, khususnya bagi keluarga Fahri Herdi Eko. Kematian taruna muda ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan yang ketat dalam operasional transportasi laut, terutama dalam perawatan dan pemeriksaan mesin kapal yang vital. Politeknik Pelayaran Malahayati sendiri dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan pelayaran terkemuka di Indonesia, yang mencetak para profesional maritim.

Pihak berwenang, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), diharapkan dapat segera menyelesaikan investigasi untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai akar permasalahan ledakan tersebut. Hal ini penting tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi para korban dan keluarganya, tetapi juga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Peran serta masyarakat dan pemantauan terus-menerus terhadap standar keselamatan operasional kapal penyeberangan menjadi krusial. Insiden ini juga menyoroti pentingnya kerja sama antara operator kapal, lembaga pendidikan pelayaran, dan regulator untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru menjadi prioritas utama.

Harapan besar disematkan agar seluruh korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih sepenuhnya. Sementara itu, bagi keluarga Fahri Herdi Eko, semoga diberikan ketabahan dalam menerima kepergian putra tercinta.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait