Brno – Marc Marquez akan segera merasakan era baru dalam kejuaraan MotoGP ketika ia menjajal motor berkapasitas 850cc dan ban Pirelli untuk pertama kalinya dalam tes resmi yang digelar di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada hari Senin mendatang. Perubahan regulasi teknis yang signifikan ini menandai babak baru dalam sejarah MotoGP, dan Marquez, sebagai salah satu pembalap paling berpengalaman, menyoroti aspek apa yang paling menarik perhatiannya.
Perjalanan karier Marc Marquez di kelas utama MotoGP dimulai pada tahun 2013 bersama tim Honda, saat itu masih menggunakan ban Bridgestone. Selama periode tersebut, ia berhasil meraih dua gelar juara dunia. Namun, lanskap MotoGP mengalami pergeseran besar pada tahun 2016 dengan beralihnya pemasok ban tunggal menjadi Michelin, berbarengan dengan penerapan unit kontrol elektronik (ECU) tunggal. Di bawah payung Michelin, Marquez menambah koleksi gelar juara dunianya menjadi lima, dengan empat di antaranya diraih bersama Honda dan satu gelar terakhir yang prestisius pada musim lalu bersama tim Ducati.
Kini, MotoGP bersiap menyambut perubahan regulasi yang lebih radikal, termasuk penurunan kapasitas mesin menjadi 850cc dan peralihan pemasok ban dari Michelin ke Pirelli mulai musim 2027. Marquez secara pribadi menilai bahwa perubahan ban ke Pirelli ini akan membawa dampak yang lebih besar dibandingkan dengan pengurangan kapasitas mesin, penghapusan perangkat ride-height (pengatur ketinggian motor), serta pengurangan elemen aerodinamika.
"Sulit untuk memprediksi secara pasti saat ini, namun kita akan lihat nanti," ujar Marc Marquez saat ditanya mengenai ekspektasinya terhadap tes di Brno. "Secara teori, di atas kertas, motor 850cc akan lebih mudah dikendarai. Terutama karena tenaganya sedikit berkurang dan bobotnya juga lebih ringan."
Namun, minat utamanya justru tertuju pada adaptasi dengan karakteristik ban baru. "Saya lebih tertarik untuk memahami bagaimana ban Pirelli bekerja. Karena saya pikir perubahan terbesar akan datang dari ban, bukan dari motornya sendiri," tegas Marquez. Pengalaman bertahun-tahun dengan ban Michelin tentu menjadi modal berharga, namun ia sadar betul bahwa Pirelli akan menawarkan tantangan dan sensasi yang berbeda.
Perubahan ini bisa menjadi angin segar bagi Marquez, yang saat ini menduduki peringkat kelima klasemen sementara MotoGP musim ini. Perjalanannya di musim ini sempat terganggu oleh cedera saraf radial yang terkompresi di lengan kanannya, yang mengharuskannya menjalani operasi. Karakteristik motor yang "lebih mudah" secara teori memang sangat dinantikan oleh pembalap asal Spanyol ini, mengingat ia masih dalam proses pemulihan kekuatan lengan dan bahu kanannya.
Tes di Sirkuit Brno yang tertutup untuk media dan tidak mempublikasikan catatan waktu resmi ini menjadi kesempatan pertama bagi para pembalap yang masih aktif berkompetisi untuk merasakan paket teknis masa depan MotoGP. Namun, jumlah peserta yang terbatas dikarenakan ketersediaan unit prototipe yang masih sedikit. Banyak pabrikan juga memilih untuk tidak melibatkan pembalap yang dipastikan akan berpindah tim pada akhir musim.
Dalam sesi tes tersebut, tim Ducati akan diwakili oleh Marc Marquez dan Fermin Aldeguer. Aprilia akan menurunkan Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez. Tim Honda akan diwakili oleh Joan Mir dan Luca Marini, sementara Pedro Acosta akan menguji untuk KTM dan Toprak Razgatlioglu untuk Yamaha. Beberapa pembalap penguji dari pabrikan juga diprediksi akan turut serta.
Seri tes Pirelli selanjutnya dijadwalkan akan berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, pada bulan September. Tes tersebut rencananya akan dibuka untuk seluruh pembalap yang aktif berkompetisi, meskipun belum diketahui secara pasti berapa banyak yang akan hadir.
Menariknya, Pecco Bagnaia, yang dijadwalkan akan berpindah dari Ducati ke Aprilia pada musim 2027, telah menyarankan agar pembalap yang berpindah pabrikan diberikan kesempatan untuk menguji ban Pirelli menggunakan motor 1000cc yang saat ini digunakan. Usulan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai performa ban baru sebelum implementasi penuhnya.
Perubahan regulasi teknis ini bukan hanya sekadar penyesuaian kapasitas mesin, tetapi juga merupakan upaya Dorna Sports, promotor MotoGP, untuk menciptakan kompetisi yang lebih ketat, menarik, dan berkelanjutan di masa depan. Dengan pengalaman dan talenta luar biasa yang dimiliki Marc Marquez, publik akan sangat menantikan bagaimana ia beradaptasi dengan teknologi baru ini dan apa saja terobosannya di lintasan. Tes di Brno ini menjadi langkah awal yang krusial dalam memahami arah baru yang akan diambil oleh kejuaraan balap motor paling prestisius di dunia ini.











