Asmat, Papua Selatan – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk meningkatkan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perpetua H. Safanpo di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, menjadi rumah sakit Tipe C. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penyediaan layanan dasar berkualitas dan merata, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
"Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini, jadi nanti untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga," ujar Wapres Gibran saat melakukan kunjungan ke Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Minggu (21/6), seperti dikutip dari Antara. Kunjungan ini turut dimanfaatkan Gibran untuk meninjau langsung kondisi RSUD Perpetua H. Safanpo, termasuk fasilitas pelayanan yang tersedia, serta berdialog dengan sejumlah pasien.
Direktur RSUD Perpetua H. Safanpo, Yenny Yokung Yong, menyambut baik kunjungan Wapres. Ia menilai, kehadiran Gibran di rumah sakit yang pembangunannya telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2016 ini, dapat mempercepat proses peningkatan kelas dari Tipe D menjadi Tipe C. RSUD Perpetua H. Safanpo sendiri merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang masuk dalam daftar program prioritas "Hasil Terbaik Cepat" di sektor kesehatan dari pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.
Peningkatan status rumah sakit ini diharapkan tidak hanya sekadar perubahan klasifikasi, tetapi juga dibarengi dengan penambahan alat kesehatan vital. Yenny secara spesifik menyoroti kebutuhan akan CT scan. Keberadaan alat ini sangat krusial untuk menekan angka rujukan pasien ke luar daerah. Selama ini, ketika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut yang tidak tersedia di Asmat, mereka harus dirujuk ke rumah sakit di kota lain. Proses rujukan ini tentu memakan biaya yang tidak sedikit.
"Karena untuk rumah sakit kami ini, kami menanggung pembiayaan melalui dana otsus (otonomi khusus) untuk pasien-pasien dari Orang Asli Papua, khususnya orang Asmat," jelas Yenny. Hal ini menunjukkan bahwa RSUD Perpetua H. Safanpo memikul beban pembiayaan yang cukup besar untuk memastikan warga asli Papua, khususnya masyarakat Asmat, mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Beban biaya ini mencakup seluruh proses penanganan, mulai dari pendampingan medis hingga penyediaan fasilitas rumah singgah di lokasi rumah sakit rujukan, seperti di Jayapura, Merauke, dan bahkan Makassar.
Kondisi geografis Asmat yang merupakan salah satu daerah 3T di Indonesia, menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyediaan dan aksesibilitas layanan kesehatan. Medan yang sulit dan jarak yang jauh antar pemukiman membuat distribusi logistik medis dan tenaga kesehatan menjadi pekerjaan yang kompleks. Oleh karena itu, penguatan fasilitas kesehatan di tingkat lokal seperti RSUD Perpetua H. Safanpo menjadi sangat penting.
Peningkatan status rumah sakit menjadi Tipe C umumnya berarti peningkatan kapasitas tempat tidur, ketersediaan dokter spesialis yang lebih beragam, serta peralatan medis yang lebih canggih dibandingkan rumah sakit Tipe D. Dengan demikian, rumah sakit tersebut diharapkan mampu menangani lebih banyak jenis penyakit dan kondisi medis secara mandiri, tanpa perlu segera melakukan rujukan. Ini akan berdampak langsung pada kecepatan penanganan pasien dan efisiensi biaya kesehatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Pemerintah sendiri terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Papua. Program-program seperti percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga medis, serta penyediaan alat kesehatan modern menjadi prioritas. Khusus di Papua, selain penambahan fasilitas, pemerintah juga fokus pada peningkatan kualitas layanan dan memastikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran Wakil Presiden di Asmat tidak hanya sebatas kunjungan seremonial, namun juga menjadi momentum untuk meninjau langsung kondisi riil di lapangan dan mendengarkan aspirasi dari para tenaga kesehatan serta masyarakat. Komitmen untuk membangun RS Tipe C di Asmat ini diharapkan menjadi angin segar bagi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah yang kaya akan budaya namun masih menghadapi banyak keterbatasan infrastruktur.
Dampak jangka panjang dari penguatan RSUD Perpetua H. Safanpo ini diperkirakan akan sangat signifikan. Selain memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Asmat, ini juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan nasional. Upaya ini sejalan dengan agenda besar pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, adil, dan sejahtera dari Sabang sampai Merauke, termasuk di pelosok Papua Selatan.











