Friday, 7 August 2026
BREAKING
BERITA

Ekonomi Indonesia Capai 5,29% di 2023, Indef Ungkap Ancaman Masalah Struktural

Oleh Emanuel August 7, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,29 persen sepanjang tahun 2023. Angka ini, meskipun dinilai positif, masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah serius terkait persoalan struktural yang mendalam. Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan (Indef) menyoroti bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kesehatan ekonomi yang merata dan berdaya tahan.

Salah satu area yang menjadi perhatian utama Indef adalah kinerja sektor manufaktur. Sektor yang krusial bagi penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja ini dinilai belum menunjukkan geliat yang optimal. Pertumbuhan yang lambat di sektor ini mengindikasikan adanya tantangan dalam daya saing, efisiensi produksi, atau mungkin kendala dalam rantai pasok yang belum terselesaikan.

Selain manufaktur, Indef juga menggarisbawahi belum optimalnya perkembangan sektor investasi. Investasi merupakan mesin penggerak pertumbuhan ekonomi jangka panjang, yang berperan dalam ekspansi kapasitas produksi, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja baru. Jika investasi masih tertahan, hal ini dapat membatasi potensi pertumbuhan ekonomi di masa depan dan memperparah masalah struktural yang ada.

Direktur Riset Indef, Eko Listiyanto, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di angka 5,29 persen pada tahun lalu, meskipun merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, namun tidak serta merta menghilangkan masalah fundamental. “Artinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia itu masih menyisakan masalah struktural yang serius,” tegas Eko dalam sebuah keterangan yang diterima pada Kamis (8/2/2024).

Eko menambahkan bahwa fokus pada pertumbuhan semata tanpa mengatasi akar permasalahan struktural akan berisiko menciptakan jebakan ekonomi. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga berupaya memperbaiki fundamental ekonomi secara berkelanjutan. “Jadi, kalau pertumbuhan kita itu seperti ini terus, maka Indonesia akan terjebak pada jebakan ekonomi,” pungkasnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp