Friday, 7 August 2026
BREAKING
DUNIA

Trump Utamakan Diplomasi dengan Iran Dibandingkan Eskalasi Militer

Oleh Heni Maulidya August 7, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan preferensinya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, alih-alih menempuh jalur militer yang berujung pada kematian. Pernyataan ini disampaikan Trump di tengah ketegangan yang terus membayangi hubungan kedua negara.

Dalam sebuah wawancara eksklusif yang ditayangkan pada Minggu, 16 Juni 2019, Trump secara gamblang menyatakan, “Saya lebih suka membuat kesepakatan daripada membunuh.” Ia menambahkan, “Saya tidak ingin membunuh orang. Saya tidak ingin membunuh 10.000 orang.” Ungkapan ini menggarisbawahi keengganannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata yang dapat menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Trump juga menyinggung mengenai potensi eskalasi militer yang kerap menjadi sorotan. Ia mengakui bahwa opsi militer memang ada, namun menekankan kembali bahwa pilihan tersebut bukanlah prioritas utamanya. “Itu adalah opsi, tentu saja, tapi saya tidak ingin melakukannya,” tegasnya, mengindikasikan bahwa diplomasi dan negosiasi tetap menjadi jalan yang lebih diutamakan oleh pemerintahannya.

Lebih lanjut, Presiden Trump juga menyoroti situasi ekonomi Iran yang menurutnya dapat menjadi elemen penting dalam mencapai kesepakatan. Ia berpendapat bahwa kondisi ekonomi yang memburuk di Iran dapat mendorong negara tersebut untuk lebih terbuka terhadap negosiasi. “Mereka memiliki masalah ekonomi yang sangat besar, dan saya pikir mereka akan ingin membuat kesepakatan,” ujar Trump dalam wawancara yang sama.

Pernyataan Trump ini muncul setelah serangkaian peristiwa yang meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk insiden penembakan drone Amerika Serikat oleh Iran pada akhir Mei 2019. Meskipun demikian, Trump tampaknya masih membuka pintu untuk dialog, sembari tetap mempertahankan postur tegas terhadap Iran.

Bagikan: Facebook X WhatsApp