Jerman memastikan satu tempat di babak gugur Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading dalam laga lanjutan Grup E yang digelar di BMO Field, Toronto, Minggu (21/6) dini hari WIB. Gol penentu kemenangan dicetak oleh penyerang pengganti, Deniz Undav, pada menit ke-94, mengubah keadaan setelah tim Panser sempat tertinggal lebih dahulu. Kemenangan ini terasa sangat berarti bagi Jerman, mengakhiri tren buruk di dua edisi Piala Dunia sebelumnya di mana mereka gagal lolos dari fase grup.
Bangkit dari Ketertinggalan Berkat Magis Bangku Cadangan
Pertandingan babak pertama di BMO Field, Toronto, menyajikan drama yang menguji mental para pemain Jerman. Pantai Gading berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-30 melalui gol yang dicetak oleh Franck Kessie. Gol ini tercipta dari situasi kemelut di dalam kotak penalti; tembakan Amad Diallo sempat diblokir, namun Kessie sigap menyambar bola muntah untuk menjebol gawang Jerman.
Jerman sendiri terlihat frustrasi di babak pertama. Dua kali mereka berhasil mencetak gol, namun dianulir oleh wasit. Sundulan Aleksandar Pavlovic dari skema bola mati dibatalkan karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper lawan. Tak lama kemudian, gol yang dicetak oleh Kai Havertz juga tidak disahkan karena wasit menilai Jamal Musiala, yang terlibat dalam proses gol tersebut, melakukan pelanggaran terlebih dahulu. Babak pertama pun berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Pantai Gading, sebuah hasil yang tentu mengecewakan bagi tim empat kali juara dunia.
Menyadari situasi yang tidak menguntungkan, pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, melakukan perubahan taktis signifikan di awal babak kedua. Pada menit ke-60, Nagelsmann memutuskan untuk memasukkan tiga pemain sekaligus: Jamie Leweling, Nadiem Amiri, dan sang pahlawan di akhir laga, Deniz Undav. Keputusan ini terbukti jitu dan langsung mengubah jalannya pertandingan.
Hanya berselang delapan menit setelah pergantian pemain, tepatnya di menit ke-68, Nadiem Amiri berhasil melepaskan umpan silang tajam yang diselesaikan dengan baik oleh Deniz Undav menjadi gol penyeimbang. Kedudukan kini berubah menjadi 1-1. Sebelum gol balasan Jerman, Pantai Gading sebenarnya memiliki dua peluang emas untuk menggandakan keunggulan mereka melalui Christ Inao Oulai dan Kessie. Namun, kedua pemain tersebut gagal memanfaatkan kesempatan yang ada, sebuah kegagalan yang akhirnya harus dibayar mahal oleh tim mereka.
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, tensi semakin meningkat. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, drama kembali tersaji. Pada menit ke-94, kiper Pantai Gading, Yahia Fofana, berhasil menahan tembakan dari Jamie Leweling dan Nadiem Amiri. Namun, Deniz Undav menunjukkan ketenangannya. Ia menerima umpan dari Felix Nmecha, melakukan kontrol bola dengan apik, lalu melepaskan tembakan memutar yang tak mampu dijangkau oleh Fofana. Gol! Jerman berbalik unggul 2-1 dan memastikan kemenangan dramatis tersebut.
Deniz Undav: Penyerang Tajam dari Bangku Cadangan
Gol kemenangan ini semakin mengukuhkan reputasi Deniz Undav sebagai penyerang yang sangat efektif, terutama ketika dimainkan sebagai pemain pengganti. Dengan tambahan dua gol dalam laga ini, striker berusia 28 tahun tersebut kini telah mengoleksi sembilan gol dari total 11 penampilannya bersama tim nasional Jerman. Angka tersebut sangat impresif, mengingat Undav kerap memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Di laga pembuka Grup E, Undav juga menunjukkan kontribusinya yang signifikan. Ia berhasil mencetak satu gol dan memberikan dua assist dalam kemenangan telak Jerman atas Curaçao dengan skor 7-1. Kemenangan tersebut menjadi yang terbesar di fase grup Piala Dunia 2026. Konsistensi performa Undav dalam mencetak gol dan menciptakan peluang kini menjadi pertimbangan serius bagi Julian Nagelsmann dalam menentukan komposisi pemain inti di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Meskipun meraih kemenangan krusial, performa Jerman secara keseluruhan dalam pertandingan ini tidak bisa dikatakan sempurna. Pantai Gading tampil lebih agresif dari yang diperkirakan dan memberikan perlawanan sengit. Pemain muda Pantai Gading yang santer dikabarkan diminati oleh klub-klub besar Eropa, Yan Diomande (19 tahun), sukses merepotkan lini pertahanan Jerman dengan kecepatan dan kemampuan dribelnya. Amad Diallo, yang memperkuat Manchester United, juga beberapa kali menciptakan ancaman berbahaya bagi gawang Jerman. Fakta bahwa Jerman hanya mampu mencatatkan satu clean sheet dalam enam laga terakhir mereka sebelum turnamen ini juga menunjukkan adanya kerentanan di lini pertahanan mereka.
Namun, keberadaan kedalaman skuad menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini. Jerman memiliki opsi pemain pengganti yang kualitasnya tidak kalah jauh dari para pemain yang berstatus starter. Ini berbeda dengan Pantai Gading yang tampaknya tidak memiliki kedalaman skuad yang serupa untuk merespons perubahan taktik atau mengatasi kelelahan pemain.
Pantai Gading Masih Memiliki Peluang Lolos
Meskipun harus menelan kekalahan pahit di menit-menit akhir, Pantai Gading belum sepenuhnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Tim asuhan Jean-Louis Gasset ini masih memiliki peluang untuk lolos ke babak gugur. Mereka hanya perlu meraih kemenangan melawan tim debutan Piala Dunia, Curaçao, dalam pertandingan terakhir fase grup. Jika berhasil memetik tiga poin, mereka masih memiliki peluang untuk melaju, tergantung pada hasil pertandingan lain di Grup E.
Generasi pemain Pantai Gading saat ini berambisi untuk mencetak sejarah baru dengan menembus babak gugur Piala Dunia, sesuatu yang belum pernah mereka raih sebelumnya. Hal ini berbeda dengan era emas Pantai Gading yang diperkuat oleh nama-nama besar seperti Didier Drogba, Yaya Touré, dan Salomon Kalou, yang juga harus mengakhiri kiprah mereka di fase grup. Kessie, Diomande, dan Amad Diallo kini memiliki kesempatan untuk menuliskan nama mereka dalam sejarah sepak bola Pantai Gading, namun mereka harus terlebih dahulu membuktikan diri dengan mengalahkan tim yang mungkin dianggap lebih mudah oleh sebagian orang.
Kekalahan dramatis seperti ini sering kali meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi sebuah tim. Pertanyaannya sekarang adalah, seberapa cepat Pantai Gading dapat bangkit dari kekecewaan ini dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan penentu melawan Curaçao.
Bagi para penggemar sepak bola yang ingin memantau perkembangan terkini, skor langsung, analisis mendalam, prediksi pertandingan, serta berbagai konten menarik seputar Piala Dunia 2026, dapat mengunjungi laman khusus JournalArta Special Event di https://journalarta.com/piala-dunia-2026/. Ikuti juga JournalArta News di Telegram untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung di ponsel Anda dengan mengunjungi https://t.me/journalartanews.











