Declan Rice Yakin Bisa Cetak Assist dari Setiap Tendangan Pojok, Kode untuk Kejutkan Lawan di Piala Dunia

Danu Ilham

Declan Rice, gelandang andalan tim nasional Inggris, menunjukkan kepercayaan diri tinggi menjelang turnamen Piala Dunia. Ia merasa memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan peluang gol dari setiap tendangan sudut yang diambilnya. Keyakinan ini diharapkan dapat membangkitkan antusiasme para pendukung Inggris yang menantikan performa gemilang The Three Lions di ajang akbar sepak bola dunia.

Pernyataan Rice ini muncul setelah penampilan impresif Inggris dalam kemenangan 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka turnamen. Dalam pertandingan tersebut, lini serang Inggris terbukti sangat mengancam dari situasi bola mati. Gol pembuka Harry Kane dari titik penalti tercipta setelah Noni Madueke dilanggar menyusul umpan silang dari Rice. Lebih lanjut, gol kedua kapten Inggris tersebut juga berawal dari eksekusi tendangan sudut yang diambil oleh Rice.

Pemain berusia 27 tahun ini memiliki rekam jejak yang mentereng dalam urusan set-piece. Bersama Arsenal, Rice menjadi bagian dari tim yang memecahkan rekor mencetak 19 gol dari tendangan sudut pada musim lalu, yang akhirnya membawa mereka meraih gelar Premier League pertama dalam 22 tahun. Meskipun gaya permainan Arsenal yang pragmatis dan ketergantungannya pada bola mati sempat menuai kritik, jumlah 25 gol dari total situasi bola mati menunjukkan efektivitas yang tak terbantahkan.

"Semua orang menikmati [situasi bola mati] sekarang, bukan?" ujar Rice saat diwawancarai BBC Sport di kamp pelatihan Inggris di Kansas City. "Semua orang menikmati momen-momen ini sekarang."

Rice mulai dipercaya sebagai eksekutor set-piece utama Arsenal pada Januari 2024, setelah kamp pelatihan di Dubai. Sejak saat itu, The Gunners dikenal sebagai tim yang sangat kuat dalam memanfaatkan bola mati. Ia mengungkapkan bahwa peran ini tidak datang begitu saja.

"Saya tidak pernah berpikir akan mengambil tendangan sudut atau bola mati, tetapi [pelatih set-piece] Nico [Jover] dan manajer di Arsenal melihat sesuatu dalam diri saya yang tidak dilihat orang lain," jelas Rice. "Mereka mengatakan bahwa saya bisa mengirim bola ke area yang tidak bisa dijangkau pemain lain di tim Arsenal selain Bukayo [Saka]. Sejak saat itu, saya benar-benar memercayai hal tersebut."

Perkembangan kemampuannya terasa signifikan. "Seiring berjalannya waktu, saya merasa sekarang setiap kali saya menempatkan bola untuk set-piece, entah itu tendangan sudut atau tendangan bebas di sisi lapangan, saya merasa akan mendapatkan assist atau menciptakan sesuatu yang berbahaya," tambahnya. "Itu adalah mentalitas yang baik untuk dimiliki terkait set-piece… dan penggemar Inggris bisa bersemangat."

Sebagai wakil kapten Inggris di turnamen ini, Rice telah menjelma menjadi salah satu pengambil tendangan sudut paling konsisten di Premier League. Manajer Inggris, Thomas Tuchel, yang mengambil alih tim pada Januari 2025, memang menekankan pentingnya permainan yang mereplikasi gaya yang diterapkan di Premier League. Rice mengakui bahwa timnas Inggris telah memfokuskan latihan pada set-piece sejak Tuchel memimpin.

Namun, ia juga menekankan bahwa aspek taktis permainan secara umum mendominasi sesi latihan. "Kami hanya punya waktu sedikit di sini untuk melatihnya karena kami harus mengerjakan banyak hal lain," ungkap Rice. "Tetapi kami juga sudah menerapkan format dan cara kami akan mengambil set-piece sejak Thomas datang."

"Banyak dari cara kami mengambilnya tidak banyak berubah dalam hal pergerakan, cara saya mengirim bola…" lanjutnya. "Ini sudah berjalan dalam persiapan selama setahun terakhir, jadi para pemain tahu apa yang akan datang… ke mana saya akan mengirim bola. Jadi ada rencana permainan yang nyata dan terserah saya untuk mengeksekusinya dan tentu saja para pemain harus membebaskan diri di kotak penalti."

Di sisi lain, kapten Chelsea, Reece James, juga merupakan pemain yang memiliki kemampuan dalam mengambil set-piece dan mengakui adanya "ancaman besar" dalam skuad Inggris. James, yang pernah bekerja sama dengan Tuchel di Chelsea, kini menjalani Piala Dunia pertamanya sebagai bek kanan utama Inggris.

Pemain berusia 26 tahun ini sempat dihantui cedera dalam kariernya, yang seringkali menimbulkan pertanyaan tentang kemampuannya bermain secara reguler dengan waktu pemulihan yang terbatas. Meskipun sempat menunjukkan tanda-tanda pulih sepenuhnya, ia mengalami cedera hamstring di akhir musim 2025-26 yang membuatnya absen selama empat minggu dan melewatkan pertandingan Inggris melawan Jepang dan Uruguay.

Namun, James berhasil kembali bermain untuk Chelsea tepat waktu untuk masuk skuad Piala Dunia, mengakhiri musim dengan 39 penampilan di semua kompetisi untuk klubnya. "Orang selalu berbicara tentang cedera dan ketersediaan, dan bagi saya itu sangat membosankan sekarang," ujar James kepada 5 Live di Kansas City. "Saya punya satu pekerjaan, yaitu menjadi yang terbaik ketika saya berada di lapangan. Sejujurnya, saya mengerti stigma di awal, tetapi setelah beberapa saat itu menjadi membosankan."

"Saya sudah bugar sejak lama sebelum cedera terakhir saya, dan saya tidak terlalu mendengarkan kebisingan," tambahnya. "Saya hanya fokus pada diri sendiri, tubuh saya, mencoba tampil sebaik mungkin dan membantu tim tempat saya bermain."

Dengan keyakinan Rice yang tinggi pada kemampuan set-piece-nya dan kembalinya pemain kunci seperti Reece James dalam kondisi prima, Inggris optimis dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk meraih kesuksesan di Piala Dunia mendatang. Kombinasi kekuatan individu dan rencana permainan yang matang diharapkan menjadi kunci bagi The Three Lions untuk melangkah jauh dalam turnamen bergengsi ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All