Jejak April Terbongkar: Dua Begal Sadis di Jalintim Ogan Ilir Diringkus Tim Gabungan

Wibowo

Ogan Ilir – Jaringan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang meresahkan pengguna Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kembali berhasil dipangkas oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir. Setelah sebelumnya menangkap salah satu komplotan berinisial April, kini dua pelaku lainnya berhasil diamankan tim gabungan Resmob Macan OI, Polsek Pemulutan, dan Polsek Indralaya. Penangkapan ini menjadi bukti kegigihan aparat kepolisian dalam memberantas tindak kriminalitas yang mengancam keselamatan masyarakat.

Kedua pelaku yang berhasil diringkus adalah Riki alias Riski (29), seorang warga Desa Soak Batok, Kecamatan Indralaya Utara, dan Rama (24), yang beralamat di wilayah PAL 12 Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan. Keduanya diketahui merupakan bagian dari komplotan yang kerap melancarkan aksinya di Jalintim, salah satu jalur vital yang menghubungkan Palembang dengan wilayah Ogan Ilir dan daerah sekitarnya. Penangkapan terhadap Riki dan Rama dilakukan pada Jumat (19/6/2026), menyusul pengembangan penyelidikan intensif dari laporan polisi yang diterima sepanjang bulan Mei 2026.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Mukhlis, melalui Kanit Pidum IPDA Abiriansyah, memimpin langsung operasi penangkapan tersebut. Menurut keterangan IPDA Abiriansyah, penangkapan kedua tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari kasus-kasus curas yang telah dilaporkan oleh para korban. "Mereka ini sudah meresahkan sekali. Dengan tertangkapnya dua pelaku ini, kami berharap masyarakat pengguna jalan bisa sedikit lebih tenang," ujar IPDA Abiriansyah.

Aksi kejahatan yang menjerat Riki dan Rama berpangkal pada sebuah insiden pembegalan yang terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026, sekitar pukul 03.30 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Lintas Timur Palembang-Indralaya, tepatnya di area sebelum Jembatan Kurung, Desa Sukarami, Kecamatan Pemulutan. Pada dini hari itu, korban bernama Muhammad Erwin sedang dalam perjalanan pulang kerja dari kawasan Indogrosir Kenten menuju kediamannya di Karang Endah.

Saat melintasi lokasi tersebut, korban Muhammad Erwin dihadang oleh dua pelaku yang menggunakan sepeda motor. Tanpa basa-basi, salah seorang pelaku dengan sigap mencabut kunci kontak motor korban, memaksa kendaraan tersebut berhenti. Upaya korban untuk mempertahankan kendaraannya tak disia-siakan oleh para pelaku. Dalam situasi yang mencekam, pelaku melakukan tindakan kekerasan dengan membacok lengan kanan korban. Luka bacokan tersebut menjadi bukti nyata kekejaman para pelaku dalam melancarkan aksinya.

Peristiwa tragis yang dialami Muhammad Erwin hanyalah salah satu dari sekian banyak laporan yang diterima Polres Ogan Ilir terkait maraknya aksi begal di Jalintim. Keberadaan komplotan begal ini telah menimbulkan rasa takut dan ketidakamanan di kalangan masyarakat, khususnya para pengendara yang melintas di jalur tersebut, baik pada siang maupun malam hari. Jalan yang seharusnya menjadi sarana transportasi yang aman, justru berubah menjadi arena rawan kejahatan.

Penangkapan Riki dan Rama menambah daftar panjang pelaku curas yang berhasil diungkap oleh Polres Ogan Ilir. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan sinergitas antar unit kepolisian. Tim Resmob Macan OI, yang dikenal sebagai unit yang gesit dalam menangani kasus kejahatan jalanan, berkolaborasi erat dengan Polsek Pemulutan dan Polsek Indralaya. Kolaborasi ini memastikan bahwa tidak ada celah bagi para pelaku kejahatan untuk bersembunyi.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada saat melintas di Jalintim, terutama di area-area yang dinilai rawan. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan setiap tindak pidana yang mereka saksikan atau alami kepada pihak kepolisian terdekat. Laporan dari masyarakat menjadi salah satu elemen penting dalam mengungkap dan menindak pelaku kejahatan.

Selama proses penyelidikan, berbagai barang bukti terkait aksi kejahatan tersebut berhasil diamankan oleh tim gabungan. Detail mengenai barang bukti tersebut akan terus didalami untuk melengkapi berkas perkara. Para pelaku, Riki dan Rama, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Ogan Ilir untuk mengungkap lebih jauh jaringan mereka dan kemungkinan keterlibatan dalam aksi kejahatan lainnya.

Keseriusan Polres Ogan Ilir dalam memberantas kejahatan jalanan, khususnya begal yang meresahkan, patut diapresiasi. Penangkapan ini menjadi pesan tegas bahwa aparat kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap setiap bentuk kejahatan yang mengancam ketertiban dan keamanan masyarakat. Diharapkan dengan tertangkapnya para pelaku ini, pengguna Jalan Lintas Timur Palembang-Indralaya dapat kembali merasa aman dan nyaman dalam melakukan perjalanan mereka.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All