Misteri Lansia Ditemukan Meninggal di Gorong-gorong Muara Enim, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Wibowo

MUARA ENIM – Warga Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia yang mengambang di aliran Gorong-gorong Aya Puhun. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 06.30 WIB, sontak menarik perhatian banyak orang yang berdatangan ke lokasi kejadian setelah mendengar kabar adanya penemuan mayat.

Korban pertama kali ditemukan oleh Nopri (47), seorang warga setempat yang sedang dalam perjalanan menuju kebun karet miliknya untuk menyadap. Saat melintas di dekat gorong-gorong, Nopri terkejut melihat sesosok tubuh mengambang di permukaan air. Diduga merupakan seorang lansia, penampakan tersebut membuatnya takut untuk mendekat. Segera setelah itu, Nopri memberitahukan penemuannya kepada warga sekitar.

Mendapat laporan tersebut, sejumlah warga dengan sigap mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran informasi. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pria yang mengambang tersebut dipastikan telah meninggal dunia. Peristiwa mengejutkan ini kemudian dilaporkan kepada Pemerintah Desa Jiwa Baru, yang selanjutnya diteruskan kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lubai untuk penanganan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Lubai bersama tim medis dari Puskesmas Beringin segera bergerak menuju lokasi. Pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti yang ada dan melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban.

Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra, melalui Kasat Reskrim AKP Muhamad Andrian didampingi Kapolsek Lubai AKP Afrinaldi, memberikan keterangan terkait insiden tersebut. Ia mengidentifikasi korban sebagai Ardianto bin Tayib (65), seorang warga Dusun III, Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai.

“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup mengambang di aliran gorong-gorong. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek berwarna hitam tanpa mengenakan baju,” jelas AKP Muhamad Andrian kepada awak media.

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian Ardianto. Berbagai kemungkinan, termasuk kecelakaan, tersesat, atau faktor lain, sedang dipertimbangkan. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah, termasuk otopsi jika diperlukan, akan dilakukan untuk mendapatkan kejelasan mengenai kronologi kejadian dan penyebab kematian korban.

Penemuan jasad di area publik seperti gorong-gorong ini tentu menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat setempat. Berita ini menjadi sorotan dan menimbulkan simpati dari berbagai pihak, terutama mengingat usia korban yang sudah lanjut. Keamanan dan pengawasan terhadap lansia di wilayah pedesaan menjadi salah satu isu yang kembali mencuat pasca peristiwa ini.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan kooperatif dalam memberikan informasi apabila ada yang mengetahui atau menyaksikan kejadian terkait dengan almarhum Ardianto sebelum penemuan jasadnya. Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk melengkapi penyelidikan yang sedang berjalan.

Meskipun identitas korban telah terkonfirmasi, pihak kepolisian masih terus berupaya mencari keterangan tambahan dari keluarga korban maupun tetangga sekitar untuk membangun gambaran utuh mengenai aktivitas almarhum sebelum ditemukan meninggal dunia. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berlangsung di bawah pengawasan ketat dari jajaran Polres Muara Enim.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan perhatian terhadap anggota keluarga, terutama para lansia, serta pentingnya pelaporan segera jika menemukan kondisi mencurigakan di lingkungan sekitar. Pihak berwenang berjanji akan terus menginformasikan perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini kepada publik seiring dengan ditemukannya fakta-fakta baru.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All