Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Penerjemah Klasik Homer Kritik Keras Penulisan Film ‘Oppenheimer’ Nolan

Oleh Danu Eko July 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Christopher Nolan menuai pujian atas film terbarunya, ‘Oppenheimer’. Namun, sebuah suara dari ranah akademis memberikan pandangan yang sangat berbeda. Emily Wilson, seorang profesor terkemuka dan penerjemah kisah epik ‘The Odyssey’ karya Homer, melontarkan kritik tajam terhadap cara penulisan naskah film tersebut.

Wilson, yang dikenal luas atas terjemahan modernnya terhadap ‘The Odyssey‘, menilai bahwa naskah ‘Oppenheimer’ tidak mampu menyajikan kedalaman karakter dan nuansa yang seharusnya ada. Menurutnya, film tersebut gagal mengeksplorasi kompleksitas J. Robert Oppenheimer sebagai pribadi, terutama dalam kaitannya dengan dilema moral yang dihadapinya.

Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada 14 Juli 2023, Wilson secara spesifik menyoroti bagaimana film tersebut mendeskripsikan Oppenheimer. “Dia digambarkan sebagai seorang ‘pahlawan’ yang harus menghadapi konsekuensi dari penemuannya,” ujar Wilson. Namun, ia berpendapat bahwa penggambaran ini terlalu menyederhanakan. Wilson merasa bahwa Nolan tidak cukup menggali sisi-sisi gelap atau keraguan yang mungkin dialami oleh seorang ilmuwan yang menciptakan senjata pemusnah massal.

Menurut Wilson, kurangnya kedalaman ini terasa kontras dengan karya-karya klasik seperti ‘The Odyssey’. Ia berargumen bahwa cerita epik tersebut, meskipun kuno, mampu menyajikan karakter-karakter dengan ambisi, kesalahan, dan perjuangan batin yang kompleks. Wilson menyayangkan jika film sebesar ‘Oppenheimer’ justru tidak mampu menghadirkan lapisan-lapisan serupa dalam penggambaran tokoh sentralnya.

Lebih lanjut, Wilson mengungkapkan bahwa fokus film pada aspek narasi dan visual yang kuat, ciri khas Nolan, justru menutupi kelemahan dalam pengembangan karakter dan dialog. Ia merasa bahwa penonton diajak untuk terkesima oleh struktur cerita yang rumit dan sinematografi yang megah, namun luput dari pemahaman yang lebih mendalam tentang jiwa manusia di balik peristiwa bersejarah tersebut.

Pandangan Wilson ini tentu menjadi perspektif menarik di tengah euforia publik terhadap ‘Oppenheimer’. Ia mengingatkan bahwa sebuah karya seni, sekecil atau sebesar apapun, harus mampu menyentuh inti kemanusiaan dan kompleksitasnya, sebuah prinsip yang ia yakini tertanam kuat dalam tradisi sastra klasik yang ia dedikasikan hidupnya untuk terjemahkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp