Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
BERITA

APINDO Desak Regulasi Ketenagakerjaan Adaptif Hadapi AI dan Industri Hijau

Oleh Emanuel July 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyoroti urgensi penyusunan regulasi ketenagakerjaan yang adaptif dalam menghadapi disrupsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), serta transisi menuju industri hijau. Perubahan lanskap ketenagakerjaan menuntut kebijakan yang mampu mengantisipasi dan merespons dampak tersebut demi kelangsungan nasib pekerja Indonesia.

Ketua Umum APINDO, Hariyadi Sukamdani, menyatakan bahwa integrasi AI di sektor manufaktur dan industri lainnya merupakan keniscayaan yang perlu diwaspadai. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi ini berpotensi mengubah pola kerja secara fundamental, bahkan hingga menggantikan sebagian peran manusia dalam proses produksi. “Kita bicara soal industrialisasi, bicara soal industri hijau, tapi juga harus bicara soal bagaimana kita bisa mengarahkan tenaga kerja kita,” ujar Hariyadi dalam sebuah forum pada Selasa, 26 Maret 2024.

Lebih lanjut, Hariyadi mengungkapkan kekhawatirannya jika Indonesia tidak segera merespons perkembangan ini. Ia mencontohkan potensi hilangnya kesempatan kerja bagi para pekerja jika tidak dibekali dengan keterampilan yang relevan untuk era baru. “Kalau misalnya sekarang pabrik-pabrik sudah banyak pakai AI, bagaimana nasib tenaga kerja kita? Ini yang harus kita pikirkan,” tegasnya.

Menyikapi tantangan tersebut, APINDO mengusulkan adanya pembaruan terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Menurut APINDO, undang-undang yang telah berusia lebih dari dua dekade ini perlu disesuaikan agar lebih relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri masa kini. Pembaruan ini diharapkan dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari perlindungan pekerja, skema pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling), hingga pengaturan hubungan kerja di era digital.

APINDO meyakini bahwa dengan regulasi yang tepat, Indonesia tidak hanya mampu menghadapi ancaman dari otomatisasi yang dibawa AI, tetapi juga dapat memanfaatkan peluang yang muncul dari transisi menuju ekonomi hijau. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan dapat beradaptasi dengan perubahan global yang dinamis.

Bagikan: Facebook X WhatsApp