Perguruan tinggi di Indonesia tengah berupaya keras menjembatani kesenjangan antara lulusan dan tuntutan industri yang terus berkembang pesat. Fokus utama kini diarahkan pada penguatan kurikulum yang mencakup Enterprise Resource Planning (ERP) dan teknologi digital, sebuah langkah strategis dalam menghadapi era transformasi digital yang tak terhindarkan.
Kebutuhan industri akan tenaga kerja yang mahir dalam teknologi terkini, khususnya ERP, semakin mendesak. Hal ini mendorong institusi pendidikan tinggi untuk melakukan revitalisasi program studi mereka. Rektor Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Mochamad Wahyudi, menekankan pentingnya penyesuaian ini. “Kami perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan industri. Terutama di era transformasi digital ini, kami perlu memperkuat kurikulum kami,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.
UBSI, sebagai salah satu institusi yang proaktif, telah mengambil langkah konkret dengan memperkenalkan mata kuliah yang relevan. Sejak tahun 2019, UBSI telah membuka kelas kewirausahaan yang mengajarkan tentang digital marketing. Lebih lanjut, pada tahun 2022, universitas ini telah menambahkan mata kuliah terkait ERP. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil riset yang menunjukkan tingginya permintaan pasar terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang ini.
Menurut Mochamad Wahyudi, penerapan ERP di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga jasa, telah menciptakan kebutuhan akan profesional yang tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengimplementasikan sistem tersebut. Ia menambahkan, “Setiap perusahaan saat ini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang ERP. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa lulusan kami memiliki pemahaman yang kuat mengenai ERP, mulai dari konsep dasar hingga implementasinya.”
Lebih jauh, UBSI juga berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperbaharui kurikulumnya setiap tahun. Langkah ini penting agar materi perkuliahan tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis. Melalui penyesuaian kurikulum yang berkelanjutan, UBSI berharap dapat mencetak lulusan yang siap bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri di Indonesia, sekaligus meminimalkan angka pengangguran akibat kesenjangan kompetensi.
