Juru Bicara Otoritas Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Pantouw, menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (25/7). Kabar duka ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga, yang kemudian merinci kronologi kejadian yang mengantarkan kepergian beliau.
Menurut keterangan keluarga, almarhum Troy Pantouw sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan beberapa waktu sebelum meninggal. Pihak keluarga menjelaskan bahwa almarhum telah menjalani perawatan medis intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Meskipun demikian, detail spesifik mengenai penyakit atau kondisi medis yang diderita almarhum tidak diungkapkan secara rinci oleh keluarga. Fokus utama dalam pernyataan keluarga adalah ucapan terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan.
Keluarga Troy Pantouw menyatakan keprihatinan mendalam atas kepergian almarhum. “Kami sangat berduka atas kepergian beliau,” ujar salah seorang perwakilan keluarga, yang enggan disebutkan namanya. “Beliau adalah sosok yang berdedikasi pada tugasnya membangun IKN.”
Prosesi pemakaman almarhum Troy Pantouw direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, sesuai dengan adat dan keinginan keluarga. Pihak keluarga juga memohon agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Kepergian Troy Pantouw tentu menjadi kehilangan besar bagi Otorita IKN. Beliau dikenal sebagai salah satu figur penting dalam upaya mewujudkan visi pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur. Berbagai pihak diharapkan dapat melanjutkan estafet perjuangan yang telah dirintis oleh almarhum.
