Pengusaha industri elektronik nasional tengah berupaya keras untuk menjaga denyut nadi sektor ini dengan menjajaki pasar ekspor baru. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap tingkat utilisasi industri yang masih rendah, yang mengindikasikan kapasitas produksi yang belum termanfaatkan secara optimal.
Di tengah tantangan tersebut, inovasi produk menjadi kunci utama yang diyakini dapat membuka peluang baru. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Elektronik Indonesia (Aperkindo), Adhi S. Lukman, menegaskan pentingnya terobosan dalam pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar global. “Kita perlu melakukan inovasi produk agar bisa diterima di pasar ekspor,” ujar Adhi S. Lukman dalam sebuah diskusi.
Menurut Adhi, pasar ekspor menjadi salah satu strategi krusial untuk menyerap kelebihan kapasitas produksi yang ada saat ini. Ia juga menyoroti perlunya adanya dukungan dari pemerintah dalam memfasilitasi pengusaha untuk menembus pasar internasional. “Kalau kita tidak melakukan inovasi produk, kita akan tertinggal. Kita harus mencari pasar baru dan didukung pemerintah,” tambahnya.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa utilisasi industri elektronik masih berkisar di angka 40-50%. Angka ini jauh di bawah target yang diinginkan, yang semestinya bisa mencapai 70-80%. Rendahnya utilisasi ini berimplikasi pada efisiensi produksi dan daya saing produk domestik di pasar global.
Lebih lanjut, Adhi S. Lukman menyampaikan bahwa terdapat beberapa negara yang potensial untuk menjadi tujuan ekspor baru bagi produk elektronik Indonesia. Ia menyebutkan negara-negara di benua Afrika, seperti Nigeria dan Mesir, sebagai contoh pasar yang menjanjikan. “Ada negara-negara di Afrika seperti Nigeria dan Mesir yang potensinya bagus,” ungkapnya.
Selain itu, Aperkindo juga sedang menjajaki kemungkinan untuk mengekspor produk elektronik ke negara-negara di kawasan Timur Tengah. Adhi S. Lukman berharap dengan adanya langkah-langkah strategis ini, industri elektronik Indonesia dapat kembali bangkit dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga riset untuk mendorong terciptanya produk-produk elektronik yang inovatif dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.
