Sebuah terobosan medis signifikan untuk pasien dengan kondisi kebutaan geografis telah hadir. Perangkat mikrochip retina bertenaga fotovoltaik, yang dikenal sebagai Prima, kini secara komersial telah diluncurkan di 30 negara Eropa. Perangkat ini merupakan antarmuka otak-komputer (BCI) yang dirancang khusus untuk mengembalikan kemampuan melihat pada penderita degenerasi makula terkait usia bentuk atrofi geografis.
Menurut siaran pers dari Science Corp., inovasi ini menandai tonggak sejarah karena Prima menjadi perangkat BCI pertama yang berhasil mendapatkan penandaan CE (Conformité Européenne) untuk restorasi penglihatan pada degenerasi makula terkait usia kering. Prosedur implantasi komersial pertama dijadwalkan akan dilaksanakan di Jerman, membuka harapan baru bagi ribuan individu.
Perangkat Prima bekerja dengan cara menstimulasi sel-sel retina yang masih sehat melalui sinyal listrik yang dihasilkan oleh microchip. Microchip ini ditanamkan di bawah retina dan terhubung ke sebuah kacamata khusus yang dilengkapi dengan kamera. Kamera tersebut menangkap gambar visual, yang kemudian diproses dan dikirimkan ke microchip. Sinyal listrik yang dihasilkan kemudian merangsang sel-sel fotoreseptor yang masih berfungsi, sehingga mengirimkan sinyal ke otak dan memungkinkan pasien untuk merasakan kembali penglihatan.
Keberhasilan peluncuran komersial ini didukung oleh berbagai uji klinis yang telah menunjukkan efektivitas dan keamanan perangkat. Para peneliti optimis bahwa peluncuran ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi kualitas hidup pasien yang sebelumnya mengalami keterbatasan penglihatan akibat kondisi degeneratif ini. Peluncuran di Eropa ini merupakan langkah awal yang strategis, dengan rencana ekspansi ke pasar global lainnya di masa mendatang.
