Saturday, 25 July 2026
BREAKING
BERITA

Dolar AS Menguat, Mata Uang Asia Beragam: Rupiah Melemah, Yen Tertekan, Won Menguat

Oleh Emanuel July 25, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan signifikan di pasar Asia, memicu pergerakan beragam pada mata uang regional. Di tengah tren ini, Rupiah Indonesia mengalami pelemahan, Yen Jepang tertekan tajam, sementara Won Korea Selatan justru mencatat penguatan.

Pergerakan pasar mata uang Asia pada Senin, 10 Juni 2024, memperlihatkan dominasi dolar AS. Data dari Bloomberg menunjukkan bahwa dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama di kawasan tersebut. Indeks Dolar AS, yang melacak kinerja dolar terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik 0,2% menjadi 105,29.

Penguatan dolar AS ini memberikan tekanan pada mata uang negara-negara Asia. Rupiah Indonesia, misalnya, terpantau melemah. Pada perdagangan Senin pagi, Rupiah dibuka pada level Rp16.270 per dolar AS, menunjukkan pelemahan dibandingkan penutupan sebelumnya.

Situasi yang lebih dramatis terjadi pada Yen Jepang. Mata uang ‘Negeri Sakura’ ini mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar AS. Pada Senin pagi, Yen diperdagangkan di kisaran 156,7 Yen per dolar AS, mendekati level terendahnya dalam beberapa dekade. Pelemahan ini memicu kekhawatiran akan intervensi dari Bank of Japan (BoJ) untuk menstabilkan nilai tukar.

Sementara itu, Won Korea Selatan menunjukkan tren yang berlawanan. Mata uang ini justru menguat terhadap dolar AS. Pada perdagangan Senin pagi, Won diperdagangkan di kisaran 1.360 Won per dolar AS, menunjukkan apresiasi terhadap mata uang Paman Sam. Penguatan Won ini terjadi di tengah spekulasi mengenai kebijakan moneter Bank of Korea.

Analis pasar menilai bahwa penguatan dolar AS didorong oleh berbagai faktor, termasuk data ekonomi AS yang solid dan ekspektasi mengenai kebijakan suku bunga The Fed. Kepala Ekonom Bank Mandiri, R. Enrico Y. K. memprediksi bahwa penguatan dolar AS kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek. “Jika dolar AS masih menguat, Rupiah berpotensi melemah ke level Rp16.300-Rp16.400 per dolar AS,” ungkapnya dalam risetnya yang diterima.

Pergerakan mata uang Asia yang beragam ini mencerminkan kompleksitas pasar keuangan global dan dampak dari kebijakan moneter negara-negara besar terhadap mata uang regional. Investor kini mencermati data ekonomi terbaru dan pernyataan dari bank sentral masing-masing negara untuk memprediksi arah pergerakan pasar selanjutnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp