Saturday, 25 July 2026
BREAKING
DUNIA

Museum Smithsonian Diperintahkan Pasang Peringatan Soal Sejarah AS yang ‘Tidak Akurat’

Oleh Rini Widiyarti July 25, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan lembaga museum Smithsonian untuk memasang peringatan di museum-museumnya. Peringatan tersebut ditujukan pada materi sejarah yang dianggap tidak akurat dan memiliki bias anti-Amerika. Perintah ini dikeluarkan oleh pemerintahan Trump yang sebelumnya kerap menuding Smithsonian memiliki kecenderungan anti-Amerika.

Perintah ini secara spesifik menargetkan materi yang dianggap mempromosikan ideologi sayap kiri atau yang menyajikan narasi sejarah Amerika yang negatif. Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat senior administrasi Trump kepada media pada hari Selasa, 15 September 2020. Pejabat tersebut menambahkan bahwa Presiden Trump sangat prihatin dengan apa yang ia lihat sebagai upaya untuk mendiskreditkan sejarah Amerika Serikat.

Smithsonian Institution, yang merupakan kompleks museum dan pusat penelitian terbesar di dunia, memiliki lebih dari 19 museum dan galeri di Washington D.C. dan New York. Lembaga ini didedikasikan untuk kemajuan pengetahuan dan pelestarian warisan budaya Amerika. Namun, selama masa pemerintahan Trump, Smithsonian sering kali menjadi sasaran kritik karena dianggap menampilkan pandangan yang bias dan merendahkan nilai-nilai patriotisme Amerika.

Dalam sebuah surat tertanggal 11 September 2020, yang ditujukan kepada David Ferriero, Arsiparis Nasional, dan kemudian diteruskan kepada pejabat Smithsonian, diinstruksikan agar materi pameran yang menyajikan narasi sejarah Amerika yang ‘tidak akurat’ harus diberi label peringatan. Surat tersebut menyatakan, “Presiden telah mengarahkan agar peringatan dipasang di semua museum Smithsonian yang menyajikan materi yang mempromosikan ideologi sayap kiri atau yang menyajikan narasi sejarah Amerika yang negatif.”

Pejabat administrasi tersebut menjelaskan bahwa instruksi ini muncul setelah Presiden Trump menyaksikan sebuah pameran di National Museum of American History. Meskipun tidak merinci pameran spesifik yang dimaksud, pejabat tersebut menyatakan bahwa Presiden merasa pameran tersebut menyajikan pandangan yang sangat negatif dan tidak seimbang tentang sejarah Amerika. “Presiden Trump yakin bahwa sejarah Amerika harus diceritakan dengan bangga dan jujur, bukan sebagai alat untuk mempromosikan agenda politik tertentu,” ujar pejabat tersebut.

Langkah ini disambut baik oleh para pendukung kebijakan Trump yang menganggap museum-museum Smithsonian telah lama menyimpang dari mandatnya untuk mendidik publik tentang sejarah Amerika yang sebenarnya. Mereka berpendapat bahwa beberapa pameran Smithsonian terlalu fokus pada aspek-aspek negatif sejarah Amerika, seperti perbudakan dan diskriminasi, tanpa memberikan konteks yang memadai atau menyoroti pencapaian bangsa.

Namun, langkah ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan akademisi dan sejarawan. Mereka berpendapat bahwa instruksi semacam itu dapat dianggap sebagai bentuk sensor dan dapat mengancam independensi institusi penelitian dan museum. Sejarawan khawatir bahwa penambahan label peringatan dapat mempengaruhi cara publik memahami sejarah dan dapat mengarah pada interpretasi sejarah yang dipolitisasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp