Perusahaan otomotif global asal Tiongkok, BYD, mengumumkan pembukaan ribuan lowongan pekerjaan di Indonesia. Total ada lebih dari 9.000 posisi yang ditawarkan, menandakan ekspansi besar-besaran perusahaan di tanah air. Gaji yang ditawarkan untuk posisi-posisi tersebut dikabarkan mulai dari Rp 13 jutaan.
Rekrutmen massal ini merupakan respons BYD terhadap rencana investasi yang semakin matang di Indonesia. Sebelumnya, BYD telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik mobil listrik di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 20 triliun (dengan kurs Rp 16.000 per dolar AS). Pembangunan pabrik ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2024.
Informasi mengenai rekrutmen besar-besaran ini diungkapkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Ia menyatakan bahwa BYD akan membuka sekitar 9.000 lebih lowongan pekerjaan, dengan rincian 3.000 di antaranya adalah untuk tenaga kerja lokal Indonesia, dan sisanya sebanyak 6.000 akan didatangkan dari negara asal perusahaan.
“BYD ini kan akan investasi di Indonesia, kurang lebih 1,3 miliar dolar AS atau Rp 20 triliun. Itu mau bangun pabrik mobil listrik. Tahun 2024 ini akan mulai dibangun. Nah, ini kan akan buka lapangan kerja. Dari 9.000 lebih itu, 3.000 tenaga kerja Indonesia yang akan direkrut. 6.000 yang dari Tiongkok,” ujar Bahlil dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (23/1/2024).
Bahlil menambahkan, dari total 9.000 lebih lowongan kerja tersebut, sekitar 3.000 posisi akan diisi oleh tenaga kerja lokal Indonesia. Sementara itu, 6.000 posisi lainnya akan diisi oleh tenaga kerja yang didatangkan dari Tiongkok. Rencana ini menunjukkan komitmen BYD untuk tidak hanya berinvestasi dalam infrastruktur produksi, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, mengonfirmasi bahwa BYD berencana untuk merekrut sekitar 9.000 tenaga kerja. Ia juga menyebutkan bahwa gaji yang ditawarkan untuk para pekerja di BYD akan dimulai dari angka Rp 13 juta per bulan.
“Jadi sekitar 9.000 orang (yang akan direkrut). Gaji sekitar Rp 13 juta,” kata Taufiek saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2024).
Angka gaji yang fantastis ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja di Indonesia. Dengan investasi sebesar itu dan rencana rekrutmen yang masif, kehadiran BYD diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, baik dari sisi penciptaan lapangan kerja maupun dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
