Sebuah insiden tragis terjadi di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sikkim, India, ketika ledakan hebat diduga berasal dari kebocoran gas metana meruntuhkan terowongan. Peristiwa nahas yang terjadi pada Rabu (23/10/2019) ini telah merenggut nyawa 12 pekerja, sementara belasan lainnya dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian di distrik Mangan, Sikkim, untuk melakukan upaya evakuasi. Kondisi medan yang sulit dan potensi bahaya susulan membuat proses penyelamatan menjadi sangat menantang. Hingga kini, upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung dengan harapan menemukan korban selamat.
Kepala Kepolisian Sikkim, A.K. Singh, menyatakan bahwa penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan kuat mengarah pada adanya akumulasi gas metana di dalam terowongan yang akhirnya memicu ledakan dahsyat. “Kami sedang menyelidiki penyebab pasti ledakan itu. Namun, ada indikasi kuat bahwa kebocoran gas metana berperan,” ujar Singh kepada media.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang kerap terjadi di proyek-proyek infrastruktur besar di India. Pihak berwenang berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui akar permasalahan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. Dukungan dan doa mengalir dari berbagai pihak untuk para korban dan keluarga mereka yang terdampak musibah ini.
