Sebuah terobosan dalam penanganan keratoconus, Epioxa dari Glaukos, kini hadir dan menjanjikan peningkatan signifikan pada kenyamanan pasien serta percepatan waktu pemulihan. Teknologi ini telah menarik perhatian para spesialis kornea, dengan prediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang penting bagi bidang ini.
Dr. Beeran B. Meghpara, seorang spesialis dari Wills Eye Hospital, menyatakan antusiasmenya terhadap Epioxa. Menurutnya, ketersediaan prosedur cross-linking epitelium-on yang telah disetujui oleh FDA membuka era baru dalam pengobatan keratoconus. “Saya rasa tahun 2026 akan menjadi tahun yang luar biasa bagi spesialis kornea, terutama yang tertarik pada keratoconus,” ujar Dr. Meghpara dalam sebuah video dari Kiawah Eye & Retina. “Tahun ini, kita akhirnya memiliki akses ke prosedur cross-linking epitelium-on yang disetujui FDA, jadi Epioxa adalah sesuatu yang sangat kita semua antusiasi.”
Keunggulan utama Epioxa terletak pada dampaknya terhadap pengalaman pasien. Dr. Meghpara menyoroti bahwa pasien kini merasakan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi selama dan setelah prosedur. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan pun menjadi lebih singkat. “Pasien lebih nyaman, waktu pemulihan lebih cepat, dan tingkat infeksi lebih rendah,” tambahnya.
Keratoconus sendiri merupakan kondisi degeneratif pada mata yang menyebabkan kornea menipis dan membulat secara abnormal, seringkali mengakibatkan penglihatan kabur dan distorsi. Dengan adanya Epioxa, para profesional medis memiliki opsi pengobatan yang lebih efektif dan ramah pasien, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita keratoconus secara keseluruhan.
