Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Lonjakan Konsumsi Pertalite Pascakenaikan Harga Pertamax dan Turunannya

Oleh Emanuel July 22, 2026 5 hours lalu 0 komentar

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang berlaku sejak 1 Februari 2024 dilaporkan memicu peningkatan konsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite. Data awal menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen dari BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi, menyusul perbedaan harga yang semakin lebar.

Unit Manager Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Jatim, Ahad Rahedi, mengonfirmasi adanya tren peningkatan konsumsi Pertalite. “Betul, ada peningkatan konsumsi Pertalite. Kami mencatat ada kenaikan sekitar 7% di Jawa Timur,” ungkap Ahad Rahedi pada Selasa (6/2/2024).

Perubahan perilaku konsumen ini dapat dipahami mengingat selisih harga yang kini menjadi lebih signifikan. Pertalite, yang masih disubsidi oleh pemerintah, kini ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan Pertamax dan varian lainnya yang harganya telah disesuaikan dengan pasar. Hal ini mendorong sebagian pengguna BBM non-subsidi untuk beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran.

Meskipun demikian, Pertamina memastikan bahwa ketersediaan stok Pertalite masih aman dan terkendali. Ahad Rahedi menyatakan, “Stok Pertalite masih aman dan terkendali. Kami terus memantau dan memastikan pasokan tetap terpenuhi di seluruh SPBU.” Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan masyarakat agar tidak khawatir akan terjadi kelangkaan pasokan Pertalite.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan penyesuaian harga untuk beberapa jenis BBM non-subsidi. Mulai 1 Februari 2024, harga Pertamax naik menjadi Rp12.800 per liter, Pertamax Turbo Rp14.150 per liter, Dexlite Rp13.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.250 per liter. Kenaikan ini berlaku di seluruh Indonesia, kecuali di daerah yang diberlakukan harga khusus.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian harga BBM yang dilakukan secara berkala oleh Pertamina, mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Namun, dampaknya terhadap konsumsi BBM bersubsidi, seperti Pertalite, menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah dan Pertamina dalam upaya menjaga keseimbangan pasokan dan subsidi BBM nasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp