Perusahaan kacamata pintar asal San Francisco, Halliday, baru saja mengumumkan detail lengkap mengenai kacamata pintar generasi kedua mereka. Perangkat ini dilengkapi layar waveguide yang mampu menampilkan lapisan AI langsung ke pandangan pengguna. Kacamata yang dibanderol seharga $599 ini dijadwalkan akan mulai dikirim pada September mendatang dan sudah bisa dipesan di muka.
Berbeda dengan kacamata Ray-Ban dan Oakley dari Meta, Halliday G2 tidak dilengkapi kamera. Keunggulan utamanya terletak pada layar monokrom yang menampilkan teks hijau di bidang pandang, menyerupai tampilan heads-up display (HUD) ala video game, bukan pemutar video. Desainnya yang ringkas dan modis membuatnya tidak mencolok saat dikenakan di depan umum, namun fokus utama Halliday G2 bukanlah pada mode, melainkan pada kepraktisan dan peningkatan produktivitas.
“Kami tidak membangun alat untuk hiburan,” ujar Carter Hou, COO dan salah satu pendiri Halliday. “Ini adalah alat untuk membantu pengguna meningkatkan efisiensi dalam kehidupan kerja dan kehidupan pribadi mereka.”
Selain fitur-fitur umum seperti perangkat lunak terjemahan, fitur unggulan Halliday G2 adalah aplikasi “Meeting Flow”. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan bantuan AI secara real-time selama rapat kerja. Pengguna dapat mengaktifkan aplikasi ini sebelum rapat untuk memantau percakapan, memberikan saran yang relevan, dan membuat transkripsi otomatis. Fitur “rewind” selama 30 detik memungkinkan pengguna untuk mengulang kembali bagian percakapan yang terlewatkan.
Fitur lain yang ditawarkan adalah kemampuan riset cepat. Dengan satu ketukan, AI dapat meninjau percakapan beberapa menit terakhir, mengidentifikasi pertanyaan yang belum terjawab, dan memberikan solusinya secara langsung tanpa perlu melihat ponsel. AI juga akan membantu menjaga agar rapat tetap fokus pada topik dan mencatat poin-poin penting yang belum dibahas.
Hou melihat potensi besar di luar rapat. “Rapat hanyalah permulaan,” katanya. “Di masa depan, kami bisa membuat wawancara lebih efisien, sesi networking lebih mudah, dan banyak lagi. Kami bisa membawanya keluar dari ruang kerja, misalnya saat kunjungan ke dokter, agar Anda bisa mengajukan pertanyaan yang tepat dan memahami definisi istilah medis yang digunakan.” Ia membayangkan agen AI dalam kacamata dapat mendengarkan semua interaksi, menentukan tujuannya, dan membantu pengguna menentukan langkah selanjutnya, bahkan dalam situasi tak terduga seperti saat dihentikan oleh polisi.
Dalam pasar kacamata pintar, Halliday G2 bersaing dengan produk seperti Even Realities G2, yang juga menggunakan teknologi layar waveguide monokrom dan berfokus pada produktivitas. Meskipun aplikasi “Meeting Flow” Halliday memiliki kemiripan dengan aplikasi “Conversate” dari Even Realities, Halliday berambisi untuk mengembangkan konsep ini lebih jauh. Jika berhasil, Halliday G2 berpotensi menjadi pesaing kuat di segmen kacamata bergaya tampilan.
Namun, Halliday G2 memiliki keterbatasan dibandingkan Even Realities G2 yang sudah memiliki toko aplikasi dengan berbagai aplikasi pihak ketiga. Saat peluncuran, Halliday G2 hanya akan mendukung aplikasi bawaan.
Spesifikasi Halliday Gen 2 meliputi daya tahan baterai 12 jam untuk penggunaan normal, bobot 49 gram, speaker terintegrasi, serta layar monokrom binocular waveguide dengan kecerahan hingga 1600 nits dan resolusi 600×300 per mata.
