Bagi banyak pengguna smartphone, membuka aplikasi media sosial seperti Instagram dan YouTube seringkali berujung pada kebiasaan doomscrolling yang memakan waktu berjam-jam. Pengalaman ini juga dialami oleh penulis artikel yang akhirnya memilih menghapus aplikasi Instagram dan beralih ke versi situs webnya, serta mengaktifkan fitur pembatas YouTube Shorts. Namun, kini hadir solusi yang lebih efektif untuk mengatasi kecanduan fitur-fitur yang paling menarik perhatian di aplikasi populer.
Sebuah aplikasi gratis dan bersifat open-source bernama Switchly menawarkan kemampuan untuk memblokir elemen-elemen adiktif dari berbagai aplikasi media sosial. Aplikasi ini dapat diunduh dan digunakan tanpa iklan. Fungsi utamanya adalah menyediakan alternatif gratis dan terbuka untuk perangkat yang bertujuan meningkatkan fokus, seperti Brick. Switchly dapat memblokir aplikasi maupun situs web, dan satu-satunya cara untuk membukanya kembali adalah melalui penggunaan NFC tag atau kode QR, yang merupakan padanan aplikasi Foqos di iPhone untuk pengguna Android.
Switchly memberikan fleksibilitas tinggi dalam memblokir fitur-fitur spesifik. Di Instagram, pengguna dapat memblokir fitur seperti reels, halaman Explore, kolom komentar, dan Stories. Sementara di YouTube, pilihan blokirnya meliputi Shorts, halaman Subscriptions, tab ‘You’ (yang menampilkan rekomendasi video), dan mode picture-in-picture. Untuk aplikasi X (sebelumnya Twitter), Switchly bisa memblokir halaman utama, fitur pencarian, Grok AI, atau notifikasi. Pengguna Snapchat pun dapat menonaktifkan fitur seperti Map, Stories, Spotlight, atau halaman Following.
Penulis sendiri menemukan bahwa memblokir reels, pencarian, dan komentar di Instagram, serta Shorts dan halaman ‘You’ di YouTube, sangat membantu mengurangi waktu layar yang terbuang. Untuk mengaktifkan fitur pemblokiran ini, Switchly memerlukan izin aksesibilitas dan akses layar. Keamanan aplikasi ini diklaim terjamin karena sifatnya yang open-source dengan kode yang dapat diakses di GitLab, memungkinkan pengujian oleh pihak ketiga.
Proses pengaktifan fitur pemblokiran di Switchly cukup sederhana. Setelah memberikan izin yang diperlukan, pengguna masuk ke tab ‘Blocking’, lalu memilih bagian ‘In-app blocking’. Di sana, fitur yang ingin diblokir untuk setiap aplikasi dapat diaktifkan. Setelah itu, kembali ke halaman utama dan mengaktifkan opsi pemblokiran global. Fitur ini akan tetap aktif sampai dinonaktifkan secara manual.
Bagi pengguna yang ingin memblokir fitur-fitur tersebut secara permanen, pengaturan default sudah memadai. Namun, Switchly juga menyediakan opsi penjadwalan yang lebih canggih. Pengguna dapat mengatur agar pemblokiran hanya aktif pada jam kerja atau hari-hari tertentu. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan penambahan aplikasi dan situs web yang ingin diblokir secara keseluruhan melalui bagian ‘Manage Apps’ dan ‘Blocked Websites’. Pengaturan jadwal dapat diakses melalui menu ‘Manage > Schedules’, di mana pengguna dapat membuat dan menyesuaikan jadwal sesuai kebutuhan. Opsi pemblokiran yang lebih ketat juga tersedia di ‘Blocking > Blocking Controls’.
