Sunday, 19 July 2026
BREAKING
DUNIA

Iran Balas Serangan AS dengan Gempur Fasilitas Energi dan Air Kuwait

Oleh Heni Maulidya July 19, 2026 11 hours lalu 0 komentar

Iran melancarkan serangan balasan terhadap Kuwait, menargetkan pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air di negara tersebut. Tindakan ini dilakukan menyusul serangan yang sebelumnya dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas Iran.

Menurut laporan yang diterima, serangan Iran terjadi pada tanggal 10 Mei 2024, dengan sasaran utama adalah infrastruktur vital Kuwait. Pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air yang menjadi target merupakan elemen krusial dalam penyediaan energi dan air bersih bagi warga Kuwait.

Detail mengenai dampak langsung dari serangan ini masih dalam penghimpunan, namun pihak berwenang Kuwait dilaporkan sedang melakukan penilaian menyeluruh terhadap kerusakan yang terjadi. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Kuwait mengenai jumlah korban atau tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Sumber intelijen yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan respons langsung Iran terhadap tindakan militer AS. “Ini adalah respons yang terukur terhadap agresi yang kami terima,” ujar sumber tersebut. Eskalasi ketegangan antara Iran dan AS, yang kini turut melibatkan negara tetangga, menimbulkan kekhawatiran baru di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini. Namun, pernyataan dari sumber internal menunjukkan bahwa Iran memandang tindakan ini sebagai langkah pembelaan diri dan penegasan kedaulatan negara. Hubungan diplomatik antara Iran, AS, dan negara-negara di Timur Tengah lainnya diperkirakan akan semakin memburuk pasca peristiwa ini.

Pihak internasional termasuk PBB telah menyerukan pengekangan diri dari semua pihak yang terlibat. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, dalam pernyataan tertulisnya pada 11 Mei 2024, mendesak agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi dan mengedepankan dialog untuk mencari solusi damai. Belum ada indikasi bahwa upaya mediasi internasional akan segera membuahkan hasil.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait