Sunday, 19 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia: ‘Hadiah Pocong’ atau Turnamen Berharga?

Oleh Danu Ilham July 18, 2026 5 hours lalu 0 komentar

Pertandingan memperebutkan peringkat ketiga atau biasa dikenal sebagai perebutan medali perunggu dalam Piala Dunia FIFA masih menjadi topik perdebatan. Duel yang mempertemukan dua tim yang gagal melaju ke final ini kerap dianggap sebagai ‘hadiah pocong’, sebuah pertandingan yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. Namun, di balik kontroversi tersebut, tersimpan potensi ‘lapisan emas’ yang mungkin terlewatkan.

Pertanyaan mendasar yang kerap dilontarkan adalah mengapa FIFA masih mempertahankan format perebutan peringkat ketiga ini. Apakah ada nilai lebih yang bisa diambil dari laga yang mempertemukan tim-tim yang telah tersingkir dari persaingan juara?

Salah satu argumen yang mendukung keberadaan laga ini adalah kesempatan terakhir bagi tim untuk mengakhiri turnamen dengan catatan positif. Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalić, pernah menyatakan, “Kami tidak ingin pulang tanpa medali.” Pernyataan ini mencerminkan keinginan untuk memberikan sesuatu yang berharga bagi negara, meskipun bukan gelar juara dunia.

Selain itu, pertandingan perebutan peringkat ketiga juga menjadi panggung bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di ajang internasional. Bagi sebagian pemain, ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk tampil di Piala Dunia, sehingga mereka akan berjuang keras untuk meraih kemenangan. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi pemain yang mungkin kurang mendapat sorotan di laga-laga sebelumnya untuk unjuk gigi.

Sejarah mencatat, beberapa pertandingan perebutan peringkat ketiga justru menyajikan tontonan menarik dan dramatis. Pertandingan antara Kroasia dan Maroko di Piala Dunia 2022, misalnya, berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Kroasia. Laga tersebut menunjukkan bahwa semangat kompetisi tetap tinggi di antara kedua tim.

Secara finansial, pertandingan ini juga tetap memberikan pemasukan bagi FIFA dan federasi sepak bola terkait. Tiket pertandingan dan hak siar tetap menjadi sumber pendapatan yang signifikan. Bagi negara-negara yang timnya berpartisipasi, kemenangan di perebutan peringkat ketiga bisa memberikan bonus dan apresiasi yang berarti.

Meskipun demikian, kritik terhadap perebutan peringkat ketiga tetap ada. Banyak yang berpendapat bahwa fokus seharusnya hanya pada laga final, dan pertandingan peringkat ketiga hanya membuang-buang energi dan berpotensi menimbulkan cedera pada pemain yang mungkin akan tetap bermain demi gengsi.

Namun, di tengah perdebatan tersebut, penting untuk melihat sisi positifnya. Perebutan peringkat ketiga Piala Dunia FIFA, meski sering dianggap tidak penting, tetap memiliki nilai tersendiri bagi para pemain, pelatih, dan tentu saja, para penggemar yang masih ingin menyaksikan aksi terbaik dari tim kesayangan mereka sebelum turnamen berakhir.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait