Sunday, 19 July 2026
BREAKING
DUNIA

Ratusan Anak di Pakistan Terinfeksi HIV Akibat Jarum Suntik Tercemar

Oleh Heni Maulidya July 19, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Provinsi Sindh, Pakistan, tengah dilanda keprihatinan mendalam menyusul terkonfirmasinya ratusan anak terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dugaan kuat mengarah pada penggunaan jarum suntik sekali pakai yang terkontaminasi dan digunakan berulang kali oleh oknum tenaga medis di distrik Ratodero, Larkana.

Kejadian ini terkuak setelah serangkaian pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap anak-anak di wilayah tersebut. Data terbaru menunjukkan sedikitnya 272 anak di bawah usia 10 tahun dinyatakan positif HIV. Angka ini terus bertambah seiring dengan intensifikasi penelusuran dan tes yang dilakukan oleh otoritas kesehatan setempat.

Pemerintah Provinsi Sindh telah mengambil langkah sigap dengan membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut tuntas kasus ini. Tim ini bertugas untuk mengidentifikasi sumber penularan dan memastikan para pelaku dimintai pertanggungjawaban. “Kami tidak akan mentolerir kelalaian dan kejahatan semacam ini,” tegas Menteri Kesehatan Provinsi Sindh, Dr. Azra Fazal Pechuho, dalam sebuah pernyataan kepada media.

Penyelidikan awal mengarah pada seorang dokter yang diduga menggunakan jarum suntik yang sama untuk menyuntik banyak pasien, termasuk anak-anak. Oknum tenaga medis tersebut, yang disebut-sebut memiliki reputasi buruk dalam praktik medisnya, kini telah ditahan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Kami sedang bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan semua bukti terkumpul dan keadilan ditegakkan,” ujar Dr. Pechuho.

Menyikapi situasi darurat ini, otoritas kesehatan Pakistan meluncurkan program penelusuran dan tes massal HIV secara gratis di distrik-distrik yang terdampak. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini kasus infeksi baru dan segera memberikan penanganan medis yang diperlukan. Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya penggunaan alat medis steril dan bahaya praktik medis yang tidak higienis.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat Pakistan, terutama para orang tua yang anaknya menjadi korban. Mereka menuntut agar sistem kesehatan di negara tersebut diperbaiki secara fundamental untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. “Kami hanya ingin anak-anak kami sehat dan aman. Pemerintah harus menjamin ini,” ujar salah seorang orang tua yang anaknya terinfeksi.

Organisasi kesehatan internasional, termasuk UNAIDS, juga telah menyatakan keprihatinan mendalam dan menawarkan bantuan teknis serta dukungan kepada pemerintah Pakistan dalam upaya penanganan krisis ini. Fokus utama saat ini adalah memberikan perawatan antiretroviral (ARV) kepada anak-anak yang terinfeksi dan mencegah penularan lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait