Saturday, 18 July 2026
BREAKING
DUNIA

Dana Pensiun PNS Malaysia Diduga “Terjerat” Penipuan Investasi eFishery Senilai Rp852 Miliar

Oleh Heni Maulidya July 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Putrajaya – Dana pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) Malaysia dilaporkan mengalami kerugian signifikan akibat dugaan penipuan investasi pada perusahaan teknologi akuakultur asal Indonesia, eFishery. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengonfirmasi bahwa Lembaga Tabung Angkatan Laut (KWAP) berupaya keras untuk memulihkan dana yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp852 miliar tersebut.

Kerugian ini menjadi sorotan utama setelah Anwar Ibrahim memaparkan kronologi dugaan penipuan tersebut di hadapan publik. Ia menjelaskan bahwa investasi yang dilakukan oleh KWAP melalui sebuah perusahaan investasi yang terafiliasi dengan eFishery diduga telah disalahgunakan.

Menurut Perdana Menteri, KWAP telah menyalurkan dana sebesar 200 juta dolar Singapura (sekitar Rp2,3 triliun) pada tahun 2020. Namun, belakangan diketahui bahwa hanya sebagian kecil dari dana tersebut yang benar-benar disalurkan kepada eFishery, sementara sisanya diduga telah disalahgunakan.

“Kami sedang bekerja untuk memulihkan dana yang hilang. Ada unsur penipuan di sini,” ujar Anwar Ibrahim dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari The Star.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan dalam transaksi tersebut dan telah mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk mengusut kasus ini. KWAP sendiri telah berupaya menghubungi pihak eFishery untuk meminta penjelasan dan mengembalikan dana yang terindikasi hilang.

Dugaan penipuan ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keamanan investasi dana pensiun negara. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan komitmen pemerintahnya untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana publik, serta memberikan keadilan bagi para pensiunan PNS yang berhak atas dana tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan risiko yang melekat dalam investasi, terutama yang melibatkan perusahaan rintisan di sektor teknologi. Pihak berwenang Malaysia terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap seluruh fakta dan menyeret pihak yang bertanggung jawab ke meja hijau.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait