Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, berhasil mengamankan satu tempat di babak semifinal Japan Open 2026 yang berlangsung di Tokyo pada 17 Juli 2026. Kemenangan ini diraih setelah mereka mengalahkan wakil Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, di perempat final.
Dalam pertandingan perempat final (MD-QF) yang berlangsung sengit, Fajar/Fikri yang berstatus unggulan kedua, berhasil memetik kemenangan atas Ben Lane/Sean Vendy dengan skor 22-20 dan 21-13. Pertandingan gim pertama berjalan cukup ketat, namun Fajar/Fikri mampu bangkit di gim kedua.
Fajar Alfian mengungkapkan rasa terkejutnya terhadap permainan cepat lawan di awal gim pertama. “Cukup mengagetkan juga mereka cepat ya, mereka bermain panjang-panjang. Kami tadi salah menggunakan strategi di awal gim pertama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa strategi yang diterapkan berbeda dengan pertandingan sebelumnya melawan pasangan Chinese Taipei. “Kemarin saat melawan pasangan Chinese Taipei, kami menerapkan pola yang simple tapi berbeda dengan hari ini, kami harus bermain dengan agresif dan dengan bola cepat.” Perubahan strategi setelah jeda interval terbukti efektif. “Jadi setelah interval kami langsung inisiatif untuk mengubah pola dan berhasil,” jelas Fajar.
Di babak semifinal, Fajar/Fikri akan menghadapi tantangan berat dari wakil tuan rumah, Hoki/Kobayashi. Pasangan Indonesia ini memiliki rekam jejak pertemuan dengan Hoki/Kobayashi, di mana mereka harus mengakui keunggulan lawan dengan kekalahan tipis di final Denmark Open 2025.
Muhammad Shohibul Fikri menyadari kekuatan lawan. “Besok sudah ditunggu wakil tuan rumah Hoki/Kobayashi. Kami terakhir bertemu di final Denmark Open 2025 dan kami kalah tipis. Mereka pasangan yang sangat bagus, tidak mudah untuk melawan mereka,” ungkap Fikri. Namun, ia optimis bahwa peluang tetap terbuka bagi kedua pasangan. “Tapi kami sama-sama punya peluang, yang penting kami tidak kalah semangat dan fighting spiritnya mengingat mereka pasti tampil penuh ambisi karena akan dapat dukungan publik tuan rumah,” tambahnya.
