Wolfsburg harus menelan pil pahit terdegradasi dari Bundesliga setelah takluk 1-2 dari SC Paderborn dalam pertandingan leg kedua playoff promosi/degradasi di kandang sendiri, Home Duluxe Arena, Senin (26/5) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB. Kekalahan ini mengakhiri 28 tahun kiprah VfL Wolfsburg di kasta tertinggi sepak bola Jerman sejak promosi pada 1998.
Pertandingan yang menentukan nasib kedua tim ini berlangsung dramatis. Setelah bermain imbang tanpa gol di leg pertama, Paderborn berhasil mengamankan tiket promosi ke Bundesliga musim depan melalui perpanjangan waktu. Kemenangan ini menjadi puncak dari perjuangan Paderborn yang diwarnai dengan determinasi tinggi di lapangan.
Sejak awal laga, Wolfsburg yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri berusaha tampil agresif untuk mengamankan posisi mereka di Bundesliga. Upaya tuan rumah membuahkan hasil cepat. Baru tiga menit pertandingan berjalan, gelandang Christian Eriksen yang dipercaya tampil sebagai starter mengirimkan umpan matang kepada Milos Pejcinovic. Pejcinovic tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan sukses menceploskan bola ke gawang Paderborn, membawa Wolfsburg unggul 1-0.
Namun, momentum Wolfsburg mendadak terganggu pada menit ke-14. Bek asal Denmark, Joakim Maehle, harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima dua kartu kuning dalam rentang waktu yang singkat. Keputusan wasit ini memaksa Wolfsburg bermain dengan 10 orang pemain, memberikan keuntungan signifikan bagi tim tamu.
Unggul jumlah pemain, Paderborn mulai mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan. Beberapa kali tim tamu nyaris menyamakan kedudukan. Laurin Baur sempat menciptakan peluang berbahaya, sementara kiper Wolfsburg, Kamil Grabara, dipaksa bekerja keras untuk mementahkan peluang emas dari Santiago Castaneda.
Tekanan Paderborn akhirnya berbuah manis menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-38. Berawal dari lemparan ke dalam jarak jauh yang dilakukan oleh Laurin Curda, bola disambut dengan sundulan keras oleh Adriano Bilbija dari jarak dekat. Gol tersebut berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, mengubah jalannya pertandingan.
Memasuki babak kedua, dominasi Paderborn semakin terlihat. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke pertahanan Wolfsburg. Tim tuan rumah beberapa kali beruntung karena selamat dari ancaman di depan gawang mereka, termasuk ketika sepakan keras Sebastian Klaas membentur tiang gawang.
Tim tamu terus berupaya keras untuk mencetak gol kemenangan yang akan memastikan promosi mereka. Ketegangan semakin terasa saat pertandingan memasuki masa perpanjangan waktu. Gol penentu kemenangan Paderborn akhirnya tercipta. Sven Michel mengirimkan umpan silang akurat yang berhasil disundul oleh Laurin Curda di tiang jauh. Gol tersebut membawa Paderborn berbalik unggul 2-1.
Di menit-menit akhir pertandingan, Wolfsburg berusaha keras untuk bangkit dan mencari gol penyama kedudukan. Peluang sempat didapat oleh mantan striker NEC Nijmegen, Kento Shiogai, namun upayanya gagal membuahkan hasil. Skor 2-1 untuk keunggulan Paderborn bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini tidak hanya memastikan degradasi Wolfsburg ke Bundesliga 2 musim depan, tetapi juga mengakhiri era keemasan mereka di kasta tertinggi sepak bola Jerman yang telah berlangsung selama 28 tahun. Sebaliknya, Paderborn merayakan keberhasilan promosi mereka ke Bundesliga dengan suka cita setelah memenangkan duel playoff yang penuh dengan drama dan ketegangan.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi VfL Wolfsburg yang musim sebelumnya masih bersaing di papan atas klasemen Bundesliga. Tim berjuluk "The Wolves" ini akan memulai lembaran baru di Bundesliga 2 musim depan dengan target untuk segera kembali ke kasta tertinggi. Sementara itu, Paderborn akan menjadi tim promosi yang siap memberikan kejutan di Bundesliga 2026/2027. Perjalanan panjang dan penuh perjuangan telah dilalui Paderborn untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi sepak bola teratas Jerman.











