Pelatih kepala Southampton, Tonda Eckert, mengungkapkan rasa kecewanya yang mendalam pasca-putusan terkait skandal ‘Spygate’ yang menyeret klubnya keluar dari Championship play-offs. Eckert secara jujur mengakui bahwa membaca putusan tersebut terasa sangat berat baginya.
Skandal yang berpusat pada spionase terhadap klub lawan ini telah menimbulkan konsekuensi serius bagi The Saints. Keputusan tersebut tidak hanya berdampak pada posisi tim di klasemen liga, tetapi juga memunculkan sorotan tajam terhadap peran para petinggi klub, termasuk Eckert.
Dalam keterangannya, Eckert menyatakan, “It hurts.” Pernyataan singkat namun sarat makna ini menggambarkan betapa dalamnya luka yang dirasakan oleh pelatih asal Jerman tersebut. Ia merasa terpukul dengan dampak dari kejadian ini, terutama mengingat upaya keras yang telah dicurahkan oleh tim dan staf.
Eckert menambahkan bahwa ia telah berusaha keras untuk tidak terlalu terpengaruh oleh pemberitaan dan putusan yang ada. Namun, ia tidak dapat memungkiri bahwa hal tersebut tetap memberikan tekanan emosional. “Saya berusaha untuk tidak membacanya, tetapi sulit untuk menghindarinya,” ujar Eckert, menyiratkan betapa luasnya sorotan publik terhadap kasus ini.
Meskipun demikian, Eckert menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada masa depan klub. Ia menekankan pentingnya belajar dari kesalahan dan bangkit kembali. “Kami harus melihat ke depan dan memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” katanya, menunjukkan tekadnya untuk membawa Southampton melewati masa sulit ini.
Lebih lanjut, Eckert juga menyoroti pentingnya menjaga moral tim di tengah situasi yang penuh tekanan ini. Ia berjanji akan bekerja keras bersama para pemain dan staf untuk mengembalikan performa terbaik Southampton. Dukungan dari para penggemar juga menjadi faktor krusial baginya dalam menghadapi cobaan ini.
