Friday, 17 July 2026
BREAKING
BERITA

Ribuan Dokumen Penting PLTN Terbesar India Bocor ke Dark Web Pasca Serangan Siber

Oleh Emanuel July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terbesar di India, Kudankulam Nuclear Power Plant (KKNPP), dilaporkan menjadi sasaran serangan siber yang mengakibatkan kebocoran ribuan dokumen penting ke dark web. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan data sensitif di fasilitas nuklir vital negara tersebut.

Serangan yang terjadi pada bulan Oktober 2023 ini dilaporkan berhasil mencuri data-data krusial dari KKNPP. Menurut laporan yang beredar, lebih dari 2.000 dokumen berhasil diekstraksi dan diperdagangkan di pasar gelap internet.

Sumber anonim yang mengklaim terlibat dalam serangan tersebut menyatakan bahwa data yang bocor mencakup informasi detail mengenai operasional, pemeliharaan, dan bahkan data personel KKNPP. Informasi ini dinilai sangat berharga dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pihak berwenang India, melalui Atomic Energy Regulatory Board (AERB), belum memberikan pernyataan resmi secara mendalam mengenai insiden ini. Namun, beberapa laporan menyebutkan bahwa AERB telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri sejauh mana dampak serangan siber tersebut dan mengidentifikasi kerentanan yang ada.

Seorang pakar keamanan siber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kebocoran data dari fasilitas nuklir seperti KKNPP adalah sebuah ancaman yang sangat serius. Informasi yang bocor dapat dieksploitasi untuk tujuan yang membahayakan, mulai dari spionase hingga potensi sabotase.”

KKNPP sendiri merupakan salah satu proyek kerja sama antara India dan Rusia, yang mulai beroperasi pada tahun 2013. Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang yang signifikan dan menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik di India Selatan.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya penguatan sistem keamanan siber di sektor energi, terutama pada fasilitas kritis seperti pembangkit listrik tenaga nuklir. Upaya pencegahan dan respons cepat terhadap serangan siber menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait