Friday, 17 July 2026
BREAKING
DUNIA

Houthi Yaman Ultimatum Arab Saudi: Berhenti Menyerang atau Fasilitas Minyak Terancam

Oleh Heni Maulidya July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Milisi Houthi Yaman hari ini melayangkan ancaman serius terhadap Arab Saudi, menyatakan kesiapan untuk membombardir fasilitas minyak milik kerajaan tersebut serta instalasi vital lainnya. Ancaman ini dilontarkan sebagai respons atas gempuran yang terus dilancarkan oleh Riyadh terhadap Yaman.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi Al Masirah, menegaskan bahwa jika Arab Saudi tidak menghentikan agresi militernya di Yaman, maka Houthi akan melancarkan serangan balasan yang menyasar jantung perekonomian Saudi. “Kami memperingatkan perusahaan-perusahaan minyak dan instalasi vital di Arab Saudi bahwa mereka akan menjadi target sah jika Arab Saudi terus melanjutkan agresi dan blokade terhadap negara kami,” ujar Saree. Ia juga menambahkan bahwa Houthi memiliki “kemampuan yang tidak terduga” untuk melaksanakan ancaman tersebut.

Ancaman ini datang di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun di Yaman. Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam memerangi Houthi yang didukung Iran. Konflik ini telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di Yaman, dengan jutaan orang menderita kelaparan dan kekurangan akses terhadap layanan dasar.

Pihak Houthi mengklaim bahwa serangan mereka adalah bentuk pembelaan diri terhadap invasi dan blokade yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi. Mereka berulang kali menyerukan agar agresi militer dan blokade terhadap Yaman segera diakhiri. Pernyataan Saree ini tampaknya menjadi upaya Houthi untuk meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Arab Saudi, dengan menargetkan aset ekonomi yang sangat penting bagi kerajaan tersebut.

Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Arab Saudi terkait ancaman terbaru dari Houthi. Namun, secara historis, Arab Saudi telah menganggap setiap serangan terhadap infrastruktur minyaknya sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional dan stabilitas regional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait