Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan kebijakan tegas untuk mendeportasi seluruh warga negara Israel yang berada di wilayah Malaysia. Keputusan ini menegaskan kembali komitmen Malaysia dalam mendukung perjuangan Palestina, di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di Gaza.
Langkah pengusiran ini mencakup semua warga Israel yang teridentifikasi berada di Negeri Jiran, tanpa terkecuali. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Anwar Ibrahim, menunjukkan keseriusan pemerintah Malaysia dalam menyikapi situasi geopolitik saat ini.
Keputusan ini bukanlah hal baru bagi Malaysia. Sejak lama, Malaysia memiliki kebijakan larangan masuk bagi warga negara Israel. Namun, kebijakan deportasi ini mempertegas dan memperluas cakupan larangan tersebut, memastikan tidak ada celah bagi warga negara Israel untuk berada di Malaysia.
Anwar Ibrahim menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan respons terhadap agresi Israel yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina. Beliau menegaskan, “Kami tidak akan pernah mengizinkan siapa pun yang terkait dengan rezim apartheid Israel untuk memasuki negara ini atau berada di Malaysia.” Pernyataan ini menekankan prinsip Malaysia yang menentang segala bentuk penindasan dan mendukung hak asasi manusia, khususnya bagi rakyat Palestina.
Lebih lanjut, Perdana Menteri juga mengaitkan kebijakan ini dengan larangan sebelumnya terhadap atlet Israel yang akan bertanding di ajang Piala Dunia FIFA U-20 di Indonesia. Meskipun ajang tersebut batal diselenggarakan di Indonesia, sikap Malaysia terhadap partisipasi Israel dalam acara internasional tetap konsisten. “Ini adalah bagian dari kebijakan kami yang telah lama berlaku,” ungkapnya.
Kebijakan deportasi ini juga mencakup larangan bagi warga negara Israel untuk menggunakan kapal yang berlabuh di pelabuhan Malaysia. Hal ini sejalan dengan larangan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Malaysia terkait penggunaan kapal berbendera Israel. Keputusan ini menunjukkan bahwa Malaysia tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi aktivitas yang berkaitan dengan Israel di wilayahnya, terutama dalam konteks konflik yang sedang berlangsung.
Anwar Ibrahim juga menggarisbawahi pentingnya solidaritas internasional dalam mendukung Palestina. Beliau berharap agar negara-negara lain dapat mengambil langkah serupa dalam menunjukkan penolakan terhadap agresi Israel. Sikap tegas Malaysia ini diharapkan dapat memberikan tekanan lebih lanjut kepada Israel untuk menghentikan tindakan kekerasan terhadap rakyat Palestina.
