Friday, 17 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah, Sandhy Sondoro ‘Ngakak’ di Medsos: Ada Apa?

Oleh Wibowo July 17, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan mengeluarkan instruksi baru terkait kurikulum pendidikan di Indonesia, yang mewajibkan pembelajaran bahasa Prancis di berbagai jenjang sekolah. Kebijakan ini muncul setelah kunjungan kerjanya ke luar negeri, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Elysee, Paris.

Arahan ini disampaikan sebagai upaya konkret untuk mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Prancis. Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguasaan bahasa Prancis bagi seluruh siswa di tanah air.

Instruksi yang terkesan mendadak ini sontak memicu beragam reaksi dari publik di media sosial. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah respons dari musisi ternama, Sandhy Sondoro. Melalui kolom komentar di sebuah akun gosip Instagram, Sandhy Sondoro hanya menyertakan tiga stiker tertawa terbahak-bahak, tanpa memberikan komentar tertulis.

Tidak hanya Sandhy Sondoro, warganet lainnya turut melontarkan gurauan dan sindiran. Ada yang berkelakar bahwa tokoh fiktif dari sinetron legendaris, seperti Zaenab, sudah lebih dulu mahir berbahasa Prancis. Muncul pula kritik yang mempertanyakan relevansi kebijakan ini bagi masyarakat di wilayah pedesaan, serta kekhawatiran akan beban tambahan bagi pelajar yang harus menguasai semakin banyak bahasa asing.

Beberapa komentar warganet lainnya meliputi sindiran tentang kemungkinan munculnya instruksi bahasa asing baru setiap kali presiden berkunjung ke negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut dipandang unik sekaligus kontroversial oleh sebagian masyarakat, yang membandingkannya dengan tantangan ekonomi yang lebih mendesak.

Ini bukan kali pertama Presiden Prabowo menginstruksikan pengajaran bahasa asing setelah kunjungan bilateral. Sebelumnya, hal serupa pernah terjadi terkait pengajaran bahasa Portugis usai kunjungan ke Brasil. Pola ini menunjukkan adanya instruksi yang muncul setelah pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin negara sahabat.

Meskipun Presiden Emmanuel Macron dikabarkan mengapresiasi langkah ini, tantangan implementasi di lapangan tetap menjadi sorotan utama. Masyarakat kini menanti detail teknis penerapan kebijakan pengajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait