Friday, 17 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Adaptasi “Children of Heaven” Hanung Bramantyo: Kisah Kemiskinan dan Kasih Kakak-Adik yang Menggetarkan Hati

Oleh Wibowo July 17, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan oleh sebuah karya yang sarat makna. Film terbaru arahan sutradara kawakan Hanung Bramantyo, Children of Heaven (2026), yang diproduksi oleh MD Pictures, telah resmi tayang di bioskop tanah air sejak 27 Mei 2026. Film ini merupakan adaptasi resmi dari film legendaris Iran rilisan 1997 yang menyabet nominasi Oscar, sebuah karya yang dipuji secara internasional berkat kedalaman emosionalnya.

Hanung Bramantyo berupaya menghadirkan kembali kisah menyentuh tersebut dengan sentuhan lokal Indonesia yang kental. Versi Indonesia ini berfokus pada Ali, diperankan oleh aktor muda Jared Ali, seorang anak sulung dari tiga bersaudara yang hidup dalam kesederhanaan di pemukiman pinggir sungai, Semarang, pada tahun 1988. Bersama adiknya, Zahra (Humaira Jahra), dan si bungsu Ahmad, Ali memikul tanggung jawab besar untuk membantu orang tuanya yang hidup serba pas-pasan.

Konflik utama bermula ketika sepatu Zahra rusak dan dibawa Ali ke tukang sepatu. Setelah membayar biaya servis dengan uang yang dikumpulkan susah payah, Ali mampir ke pasar untuk membeli pesanan ibunya. Dalam upayanya menghemat, ia justru kehilangan satu-satunya pasang sepatu Zahra. Situasi kian pelik ketika Ali diusir oleh pemilik kios karena dianggap membuat keributan saat mencari sepatu yang hilang. Dengan rasa bersalah yang mendalam, Ali menceritakan kejadian tersebut kepada Zahra, yang sedang merawat ibu mereka yang sakit.

Mengetahui betapa sulitnya kondisi ekonomi keluarga, Zahra awalnya ingin melaporkan kejadian ini kepada ayah mereka. Namun, Ali memohon agar adiknya merahasiakannya demi tidak menambah beban pikiran ayah mereka yang bekerja serabutan dan terlilit utang. Sebagai solusi sementara, mereka sepakat untuk berbagi sepatu Ali secara bergantian: Zahra memakainya di pagi hari, lalu menyerahkannya kepada Ali untuk sekolah siang hari. Perjuangan ini membawa serangkaian kesulitan. Zahra harus berlari sekencang mungkin sepulang sekolah agar tidak terlambat menyerahkan sepatu, yang berdampak pada keterlambatan Ali masuk sekolah. Ali pun hampir menghadapi hukuman dari pihak sekolah akibat sering terlambat. Selain itu, sepatu Ali yang sudah usang dan kebesaran membuat Zahra merasa tidak nyaman.

Perjuangan kedua bersaudara ini terus berlanjut hingga Ali menemukan peluang untuk mendapatkan sepatu baru bagi adiknya, sebuah tekad yang ia junjung tinggi tanpa harus membebani ayahnya, meski harus mengorbankan banyak hal.

Naskah film ini digarap oleh Oka Aurora dan Hanan Novianti, penulis yang sebelumnya sukses dengan karya seperti Layangan Putus dan Ipar adalah Maut. Hanung Bramantyo tak hanya menyutradarai, tetapi juga terlibat sebagai associate producer. Film ini didukung oleh tim produksi solid di bawah bendera MD Pictures, dengan Manoj Punjabi dan Shania Punjabi sebagai Produser Utama. Selain Jared Ali dan Humaira Jahra, film ini juga dibintangi oleh Andri Mashadi, Faradina Mufti, Slamet Rahardjo, Reza Nangin, serta para komika seperti Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Muhadkly Acho, dan Lolox, yang diharapkan memberikan keseimbangan komedi di tengah cerita yang mengharukan.

Manoj Punjabi mengungkapkan bahwa terdapat beberapa penyesuaian gaya penceritaan dan akhir cerita dibandingkan versi aslinya, demi memastikan pesan kemanusiaan tersampaikan dengan lebih kuat dan komunikatif bagi penonton Indonesia. Meskipun ada perbedaan, esensi dan nilai moral yang ingin disampaikan tetap selaras. Dengan rating klasifikasi Semua Umur (SU) dari Lembaga Sensor Film, Children of Heaven (2026) menjadi pilihan tontonan keluarga yang edukatif dan penuh makna di seluruh bioskop Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait