Friday, 17 July 2026
BREAKING
POLITIK

Jejak Perjuangan Pendidikan: Siswa Muara Gembong Tempuh Sungai Citarum Demi Ilmu

Oleh Danu Ilham July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Muara Gembong, Kabupaten Bekasi – Perjuangan tak kenal lelah demi menimba ilmu kembali tersaji di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejumlah siswa sekolah dasar di wilayah ini terpaksa menempuh rute ekstrem setiap harinya.

Akses jalan utama menuju sekolah mereka terputus total akibat abrasi parah. Fenomena ini memaksa para siswa untuk beralih menggunakan moda transportasi tak biasa. Perahu menjadi andalan utama mereka.

Pada Kamis, 16 Juli lalu, potret perjuangan itu terlihat jelas. Rombongan siswa SD tampak berdesakan di atas perahu. Mereka dengan hati-hati melintasi aliran Sungai Citarum yang membelah wilayah tersebut.

Kondisi ini merupakan dampak langsung dari meningkatnya intensitas abrasi di sepanjang bibir sungai. Beberapa waktu terakhir, abrasi semakin menggerus daratan, membuat akses jalan darat menjadi mustahil dilalui.

Bagi anak-anak usia sekolah, situasi ini jelas menimbulkan tantangan tersendiri. Mereka harus membagi fokus antara keselamatan di atas perahu dan semangat belajar yang membara. Keberanian dan ketahanan mereka patut diacungi jempol.

Setiap pagi, pemandangan serupa akan berulang. Para siswa, sebagian besar masih mengenakan seragam sekolah, menanti giliran naik perahu. Kapasitas perahu yang terbatas membuat mereka harus bersabar.

Kepala sekolah setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan keprihatinan mendalam. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi masalah abrasi ini. Perbaikan infrastruktur jalan sangat mendesak.

Selain mengganggu aktivitas belajar mengajar, abrasi ini juga berpotensi mengancam keselamatan warga sekitar. Tingginya muka air sungai saat musim penghujan menambah kekhawatiran.

Pemandangan siswa yang menyeberangi sungai dengan perahu ini bukan hanya sekadar gambar. Ini adalah potret nyata dari semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan akses fisik tak mampu memadamkan api optimisme.

Pihak terkait diharapkan dapat segera merespons kondisi ini. Solusi jangka pendek dan jangka panjang perlu dirancang agar aktivitas pendidikan di Muara Gembong dapat berjalan normal kembali. Harapan terbesar para siswa adalah dapat bersekolah tanpa harus menempuh rute berbahaya.

Perjuangan mereka menjadi pengingat akan pentingnya pemerataan akses pendidikan di seluruh penjuru negeri. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan aman.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait