Industri film horor Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran film terbaru bertajuk Badut Gendong. Karya ini merupakan kelanjutan resmi dari Jagat Sinema Qodrat, yang sebelumnya sukses memukau penonton dengan kisah-kisah misterinya.
Berbeda dari film sebelumnya, sutradara Charles Gozali kali ini menawarkan sudut pandang yang segar. Fokus cerita tidak lagi pada sosok ustaz, melainkan menggali sisi kelam dari perspektif antagonis.
Di balik kostum badut yang dikenakan Darso, diperankan oleh Marthino Lio, tersimpan sebuah kisah tragis. Ia berjuang keras sebagai pengamen jalanan demi menafkahi keluarga kecilnya. Impian sederhana untuk kehidupan yang lebih layak pupus seketika.
Peristiwa nahas menimpa istrinya, Darsi (Dayinta Melira), yang tengah mengandung. Ia menjadi korban kekejaman hingga merenggut nyawanya dan janin dalam kandungannya. Duka mendalam mendorong Darso melakukan tindakan di luar nalar.
Jasad istrinya dibawa pulang ke kampung halaman dengan cara yang mengerikan. Ia menyembunyikan jenazah Darsi di dalam kostum badut yang digunakannya sehari-hari. Sebuah pemandangan yang tak terbayangkan.
Setibanya di desa, Darso mendapati suasana yang jauh dari kata damai. Kampungnya dilanda konflik sengit akibat ulah pengembang lahan yang serakah. Ketegangan antara warga dan developer memicu amarah yang membara.
Situasi semakin mencekam ketika tetua desa memutuskan untuk menggelar ritual kuno. Ritual yang dipimpin seorang dukun ini bertujuan memanggil entitas gelap sebagai bentuk pembalasan. Namun, alih-alih solusi, kutukan mengerikan justru dilepaskan.
Teror ritual tersebut tanpa disadari menyeret Darso ke dalam pusaran kekuatan hitam. Dendam dan kesedihannya menjadi celah bagi entitas jahat untuk merasuki sosok yang paling ia cintai. Sebuah ancaman baru lahir dari penderitaannya.
Film ini diperkuat oleh jajaran aktor ternama. Marthino Lio memegang peran utama sebagai Darso. Ia didukung oleh Dayinta Melira, Clara Bernadeth, Derby Romero, Barry Prima, Jose Rizal Manua, dan Iskak Khivano.
Kehadiran aktor lintas generasi ini diharapkan mampu memberikan kedalaman emosi pada setiap adegan horor. Penonton akan diajak merasakan duka Darso yang bertransformasi menjadi ancaman nyata.
Inspirasi film ini diambil dari kesenian tradisional Jawa Tengah, Ledek Gogek. Istilah ‘badut gendong’ merujuk pada penari yang mengikatkan boneka di depan tubuhnya, menciptakan visualisasi unik yang membangun suasana mencekam.
Film Badut Gendong diproduksi oleh Magma Entertainment dan disutradarai oleh Charles Gozali. Penikmat film horor dapat menyaksikan karya ini di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026. Film ini menjanjikan pengalaman menonton yang menggabungkan ritual lokal dengan drama keluarga yang kelam.
