Friday, 17 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi Ungkap: Kecemasan Pra-Operasi Tak Pengaruhi Kebutuhan Nyeri Pascaoperasi Bahu

Oleh Rini Widiyarti July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi perbaikan rotator cuff bahu tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan obat pereda nyeri opioid setelah prosedur. Temuan ini datang dari penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam The Orthopaedic Journal of Sports Medicine.

Studi tersebut meneliti pasien yang belum pernah menggunakan opioid sebelumnya. Mereka menjalani perbaikan rotator cuff primer menggunakan metode artroskopi. Hasilnya menunjukkan tidak ada korelasi kuat.

Dokter Hafiz F. Kassam, MD, selaku direktur divisi bahu di Hoag Orthopedic Institute, memberikan pandangannya. Ia menekankan bahwa operasi secara inheren merupakan peristiwa yang penuh tekanan. “Operasi adalah peristiwa yang menegangkan. Ini tidak sama dengan diagnosis psikiatris,” ujar Dr. Kassam.

Menurut Dr. Kassam, tingkat kecemasan sebelum operasi tidak serta merta memprediksi kesulitan yang akan dihadapi pasien pascaoperasi. “Ini tidak dapat memprediksi siapa yang akan dan tidak akan berjuang pascaoperasi,” tambahnya.

Hal ini mengindikasikan perlunya fokus pada strategi lain untuk manajemen nyeri. Terutama, upaya untuk menjaga kemandirian pasien dari ketergantungan obat. Fokus harus pada pemulihan fungsional dan kenyamanan pasien.

Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi para profesional medis. Mereka merawat pasien yang menjalani prosedur bedah ortopedi, khususnya pada area bahu. Data ini bisa membantu menyusun rencana perawatan yang lebih personal.

Manajemen nyeri pascaoperasi seringkali menjadi perhatian utama. Terutama untuk menghindari potensi kecanduan opioid. Studi ini menyarankan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan mungkin bukan penentu utama kebutuhan opioid.

Para ahli merekomendasikan pendekatan multidisiplin. Ini mencakup manajemen nyeri non-farmakologis. Termasuk terapi fisik, teknik relaksasi, dan dukungan psikologis. Pendekatan ini dapat membantu pasien mengelola nyeri secara efektif.

Dengan demikian, pasien dapat meminimalkan ketergantungan pada opioid. Ini sejalan dengan upaya global mengurangi penggunaan opioid berlebihan. Terutama dalam konteks penanganan nyeri kronis pascaoperasi.

Studi ini mendukung pandangan bahwa pemulihan pasien adalah proses kompleks. Melibatkan berbagai faktor fisik dan psikologis. Namun, kecemasan pra-operasi tampaknya tidak menjadi prediktor utama penggunaan opioid pascaoperasi rotator cuff.

Informasi ini diharapkan dapat membantu pasien dan dokter membuat keputusan yang lebih tepat. Mengenai strategi manajemen nyeri yang paling sesuai. Demi pemulihan yang optimal dan berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait