Friday, 17 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Analisis Mendalam Performa Inggris di Piala Dunia: Antara Harapan dan Realitas yang Pahit

Oleh Herfansyah July 17, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Piala Dunia selalu menjadi panggung impian bagi setiap negara, tak terkecuali Inggris. Namun, performa The Three Lions di edisi kali ini menyisakan banyak pertanyaan dan kekecewaan bagi para penggemarnya.

Seorang reporter Inggris, Nick Ames, menjawab berbagai pertanyaan krusial seputar standar perwasitan, harapan masa depan timnas, hingga isu sponsor raksasa.

Pertanyaan dari pengguna bernama ‘ohfffs’ menyoroti kualitas penampilan Inggris selama turnamen. Disebutkan, hanya ada satu babak yang dinilai bagus saat melawan Kroasia, serta awal yang menjanjikan melawan Meksiko.

Sisanya, performa Inggris dianggap begitu-begitu saja. Laga melawan Panama disebut ‘lemas’, sementara menghadapi Ghana sangat ‘mengerikan’.

Inggris beruntung bisa lolos dari hadangan Meksiko dan Norwegia. Secara objektif, penampilan mereka sepanjang turnamen dinilai ‘cukup mengecewakan’.

Nick Ames menanggapi pandangan ini. Ia mengakui kata ‘bagus’ memang bersifat subjektif. Namun, jika diartikan sebagai ‘mengendalikan permainan’, maka Inggris jarang menunjukkannya.

Ia menambahkan, ekspektasi penggemar yang menuntut performa 90 menit penuh seringkali tidak realistis. Saat ini, banyak tim yang sangat terorganisir dan punya momen berbahaya.

Kroasia, Meksiko, Norwegia, dan bahkan DR Kongo diprediksi akan menyulitkan. Ghana pun diperkirakan akan bermain defensif di bawah asuhan Carlos Queiroz.

Oleh karena itu, penampilan yang ‘terputus-putus’ tidak begitu mengejutkan bagi Ames.

Piala Dunia kali ini diprediksi akan dimenangkan oleh Spanyol atau Argentina. Ames ragu keduanya akan menganggap performa mereka konsisten dalam mengendalikan permainan.

Mereka hanya lebih baik di momen-momen krusial yang menentukan.

Ames juga menganalisis momen krusial kekalahan Inggris. Ia mempertanyakan keputusan taktik saat menghadapi Argentina, terutama soal pertahanan.

Ia melihat adanya masalah dalam menjaga lini belakang, terutama ketika harus bermain bertahan dalam waktu lama melawan tim yang punya banyak akal.

Pertanyaan muncul, seberapa banyak pemain Inggris yang terbiasa melakukan ‘aksi menjaga pertahanan’ di level klub.

Situasi ini berbeda ketika hanya bermain dengan 10 orang melawan Meksiko yang hanya mengandalkan umpan silang.

Selain itu, Ames juga mempertanyakan mengapa Inggris tidak mempertahankan ancaman dari sisi sayap yang bisa mengganggu bek sayap Argentina.

Mengenai masa depan pelatih, Tuchel, Ames berpendapat ia sebaiknya tetap dipertahankan.

Belum ada visi yang lebih luas terlihat untuk mengganti pelatih saat ini.

Namun, tegas Ames, Tuchel didatangkan untuk meraih gelar juara.

Jika Inggris gagal memenangkan Euro 2028, maka penunjukannya akan dianggap sebagai sebuah kegagalan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait