Keputusan mengejutkan datang dari otoritas Italia yang secara resmi membatalkan rencana konser kolaborasi antara Kanye West dan Travis Scott. Keputusan tegas ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi menjaga potensi gangguan keamanan yang serius di wilayah setempat.
Semula, duo musisi hip-hop papan atas ini dijadwalkan mengguncang Rcf Arena di Reggio Emilia pada 17 dan 18 Juli 2026. Konser akbar ini diprediksi akan menarik lebih dari 100 ribu penggemar dari berbagai penjuru.
Namun, antusiasme para pecinta musik harus pupus. Prefek kota, Salvatore Angieri, mengeluarkan keputusan pembatalan setelah pertimbangan matang terkait ketertiban umum dan keamanan masyarakat.
Keputusan ini merupakan hasil pertemuan komite provinsi pada 25 Mei 2026. Tekanan dari kelompok konsumen Codacons dan komunitas Yahudi di Modena serta Reggio Emilia turut menjadi pertimbangan.
Pembatalan ini juga berdampak pada jadwal mereka di Festival Pulse of Gaia. Pihak berwenang khawatir kehadiran massa besar dalam waktu singkat dapat memicu situasi tak terkendali.
Potensi adanya aksi protes tandingan menjadi salah satu kekhawatiran utama. Pemerintah setempat memprioritaskan stabilitas wilayah daripada mengambil risiko tinggi.
Festival yang awalnya bernama Hellwatt Festival, lalu berganti menjadi Pulse of Gaia, memang telah memicu perdebatan sengit. Proyek hiburan ambisius ini dilanda masalah internal sejak awal pengumumannya pada Februari 2026.
Kontroversi tak hanya datang dari Kanye West, tetapi juga terkait kinerja direktur artistik, Victor Yari Milani. Pengalamannya menangani ajang internasional dinilai kurang memadai.
Akibatnya, Milani dipecat pada awal Mei karena dianggap ceroboh dalam pengelolaan acara. Komunikasi yang bertolak belakang mengenai penjualan tiket dan lonjakan biaya produksi menjadi catatan merah.
Meskipun demikian, penyelenggara berupaya melanjutkan festival dengan musisi internasional lainnya. Offset, Ice Spice, Ty Dolla, Wiz Khalifa, The Chainsmokers, Rita Ora, Afrojack, Swedish House Mafia, dan Tyla dipastikan tetap tampil.
Pembatalan di Italia ini menambah daftar panjang kegagalan tur Kanye West di Eropa. Sebelumnya, konsernya di Prancis dan Polandia juga dibatalkan.
Sentimen negatif terhadap Kanye West berakar dari pernyataan kontroversialnya di masa lalu, termasuk pujian terhadap Adolf Hitler yang memicu kemarahan global.
Meskipun Kanye telah meminta maaf, stigma tersebut tetap melekat, menyulitkannya mendapatkan izin tampil di banyak negara Barat.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, secara terbuka menyatakan tekadnya melarang konser Kanye di Marseille. Politisi Italia seperti Carlo Calenda juga mendesak penolakan visa.
Situasi ini menunjukkan penyempitan ruang gerak Kanye West di industri musik internasional akibat perilakunya sendiri.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen Kanye West. Penggemar di Italia menanti kejelasan mengenai pengembalian dana tiket yang telah dibeli.
