TOKYO – Ganda putra Indonesia, Alwi Farhan, berhasil memetik kemenangan gemilang dalam babak 16 besar Japan Open 2026 yang digelar di Tokyo, 16 Juli 2026. Alwi sukses membalas kekalahannya dari wakil Prancis, Alex Lanier. Sementara itu, rekan senegaranya, Moh Zaki Ubaidillah, harus tersingkir di tangan unggulan ketiga asal Denmark, Anders Antonsen.
Alwi Farhan menunjukkan performa impresif saat menghadapi Alex Lanier. Setelah kalah telak di gim pertama dengan skor 9-21, Alwi bangkit di dua gim berikutnya. Ia membalikkan keadaan menjadi 21-14 dan mengunci kemenangan 21-16 di gim penentu.
“Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT. Saya bisa berdiri, bisa menang semua berkat karunianya dan rahmatnya,” ungkap Alwi usai pertandingan. Ia menegaskan tekadnya untuk tidak mengulang kesalahan di pertemuan sebelumnya. “Saya selalu keluar lapangan dengan kepala tunduk tapi hari ini saya memastikan apapun hasilnya saya akan keluar lapangan dengan tegak. Tidak ada yang saya sesali,” tambahnya.
Alwi mengakui sempat mengalami kendala di gim pertama. “Memang murni permainan saya tidak keluar. Beberapa kali angkatan bola saya keluar dan itu membuat saya kesal sendiri,” jelasnya. Namun, ia mampu bangkit dan fokus. “Alhamdulillah saya bisa fokus kembali di gim kedua dan ketiga, menata lagi permainan saya, melupakan yang terjadi sebelumnya,” urainya.
Kemenangan ini terasa sangat berarti bagi Alwi. “Dari beberapa pertemuan terakhir saya selalu kalah dan orang mulai meremehkan tapi saya membuktikan saya bisa bounce back dengan baik,” tegas Alwi. Pertandingan ini memang sudah ia antisipasi sejak undian keluar.
Nasib berbeda dialami Moh Zaki Ubaidillah. Langkahnya terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Anders Antonsen. Zaki menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 12-21, 19-21.
“Di gim pertama tadi masih cukup kebingungan, masih tertekan dengan temponya dia,” kata Zaki. Ia mengaku mulai menemukan ritme di gim kedua. “Pelan-pelan saya sudah mulai tahu cara mainnya dan bola-bolanya dia sudah saya jaga juga,” ujarnya.
Namun, di akhir gim kedua, Zaki takluk. “Tapi di akhir-akhir, saya terpancing dengan permainan depannya dan dia sudah bisa antisipasi permainan saya,” jelasnya.
Zaki mengakui keunggulan pengalaman Antonsen. “Hari ini dengan pengalamannya, Antonsen lebih bisa dan mengerti cara bermain yang tepat. Saya banyak belajar bagaimana dia sangat rapi dan tidak mau mudah mati sendiri,” tuturnya.
Meski belum puas dengan hasil, Zaki bersyukur bisa lolos ke babak 16 besar. Ini merupakan debutnya di turnamen level Super 750. “Cukup senang bisa menang di babak pertama kemarin, debut di Super 750 tapi secara hasil tentunya belum puas,” ungkapnya.
Zaki kini menatap turnamen berikutnya. “Saya masih daftar tunggu nomor satu di China Open minggu depan, semoga bisa main tapi di sisa waktu ini saya mau persiapan lagi dengan baik,” tutupnya. (*)
