Teheran, Iran – Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap Amerika Serikat, menyebut serangkaian serangan yang terjadi di wilayah selatan negara itu pekan ini sebagai ‘kejahatan perang baru’ yang dilakukan oleh pemerintahan Donald Trump.
Serangan udara dan ledakan dilaporkan mengguncang dua kota penting di Provinsi Hormozgan, yaitu kota Hormozgan dan Sirik. Insiden ini memicu kekhawatiran akan eskalasi ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Meskipun detail spesifik mengenai sasaran dan dampak serangan belum sepenuhnya terungkap, Iran dengan tegas mengutuk aksi tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran kedaulatan negara dan hukum internasional.
Teheran menegaskan bahwa tindakan militer oleh AS ini tidak dapat dibenarkan dan merupakan upaya untuk mengganggu stabilitas regional. Pernyataan resmi Iran menekankan bahwa negara itu akan mengambil langkah yang diperlukan untuk membela diri dan kedaulatannya.
Pemerintahan Trump, melalui pernyataan yang dirilis oleh Pentagon, mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh milisi yang didukung Iran di wilayah tersebut. AS menyatakan bahwa tindakan ini bertujuan untuk mencegah serangan lebih lanjut terhadap aset dan personel mereka di Timur Tengah.
Namun, Iran membantah keras klaim tersebut dan menuduh AS menggunakan dalih yang tidak berdasar untuk melakukan agresi. Presiden Iran, dalam pidatonya, menyerukan dunia internasional untuk mengutuk tindakan AS dan meminta pertanggungjawaban atas pelanggaran yang terjadi.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang sudah memuncak antara Iran dan Amerika Serikat sejak AS menarik diri dari perjanjian nuklir pada tahun 2018. Sejak saat itu, kedua negara kerap saling melontarkan ancaman dan melakukan tindakan balasan.
Provinsi Hormozgan memiliki lokasi strategis di pesisir Teluk Persia dan merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak global. Serangan di wilayah ini berpotensi memicu gejolak pasar energi internasional.
Para pengamat internasional mengkhawatirkan bahwa eskalasi ini dapat menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas. Komunitas internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mencari solusi diplomatik untuk meredakan ketegangan yang semakin memanas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak AS mengenai kemungkinan respons Iran terhadap tudingan ‘kejahatan perang’ tersebut. Situasi di Teluk Persia terus dipantau secara ketat oleh negara-negara di seluruh dunia.
