Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
DUNIA

Ancaman Mengerikan: Mantan Petinggi IRGC Klaim Iran Bisa Habisi Trump di Jantung Amerika

Oleh Heni Maulidya July 15, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

TEHERAN – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari mantan petinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Ia mengklaim bahwa Iran memiliki kapasitas untuk membunuh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bahkan jika ia berada di dalam Gedung Putih.

Menurut laporan media lokal, pernyataan berani ini dilontarkan oleh seorang mantan komandan IRGC yang identitasnya dirahasiakan. Ia menegaskan kesiapan pasukannya untuk menjalankan misi tersebut.

“Pasukan kami siap menunggu perintah untuk mengeksekusi Trump,” ujar mantan petinggi IRGC tersebut, seperti dikutip dari sumber yang enggan disebutkan namanya.

Klaim ini muncul sebagai respons atas ketegangan yang terus memanas antara Iran dan Amerika Serikat pasca-pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani pada Januari 2020. Soleimani, yang merupakan komandan Pasukan Quds IRGC, tewas dalam serangan drone AS di Baghdad, Irak.

Pernyataan ini bisa diartikan sebagai bentuk intimidasi dan peringatan keras dari pihak Iran terhadap AS. Ancaman tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika merasa terancam atau menjadi sasaran serangan.

Kemampuan Iran untuk melakukan operasi semacam itu, jika benar, akan menjadi pukulan telak bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Gedung Putih, sebagai simbol kekuasaan eksekutif AS, selalu dijaga ketat oleh pasukan keamanan khusus.

Namun, perlu dicatat bahwa klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen. Pernyataan tersebut lebih mengarah pada unjuk kekuatan retoris di tengah situasi geopolitik yang kompleks.

Selama bertahun-tahun, Iran dan Amerika Serikat terlibat dalam serangkaian konfrontasi, baik secara langsung maupun melalui proksi. Kedua negara memiliki sejarah panjang perselisihan sejak Revolusi Islam Iran pada tahun 1979.

Meskipun demikian, ancaman yang dilontarkan oleh mantan komandan IRGC ini patut mendapat perhatian serius. Hal ini mencerminkan tingkat permusuhan yang mendalam dan potensi eskalasi konflik di masa depan.

Pihak Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim terbaru dari Iran ini. Namun, ancaman semacam ini berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan global.

Seluruh dunia akan terus mengamati perkembangan situasi ini dan bagaimana kedua negara besar tersebut akan merespons pernyataan yang provokatif ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait