Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Pamit dari Layar Kaca: Jawapos TV Hentikan Siaran di Usia 19 Tahun, Studio Kosong Jadi Saksi

Oleh Wibowo July 14, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Industri penyiaran Indonesia kembali berduka. Jawapos TV, salah satu stasiun televisi swasta nasional, resmi menghentikan seluruh operasional siarannya per 30 Mei 2026. Keputusan ini diambil tepat di momen ulang tahun ke-19 stasiun televisi tersebut.

Berhentinya siaran Jawapos TV menandai berakhirnya perjalanan panjangnya di dunia pertelevisian yang telah mengudara hampir dua dekade. Kabar penutupan ini mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.

Pemicu utama ramainya diskusi adalah beredarnya video yang menampilkan suasana studio Jawapos TV yang lengang. Unggahan di akun Instagram @surabayaraya_info menjadi sorotan utama.

Video tersebut memperlihatkan lingkungan kerja yang sepi tanpa aktivitas produksi. Peralatan siaran profesional, termasuk kamera-kamera besar, masih tertata rapi namun terdiam.

Narasi dalam video itu menggambarkan pengalaman kunjungan terakhir ke studio yang kini sunyi. Kamera-kamera tersebut disebut seolah menjadi saksi bisu tempat berkarya yang harus tutup.

Terungkap bahwa operasional harus terhenti tepat pada hari jadi perusahaan. Sebuah pesan perpisahan bertuliskan “Rest in Power Jawapos TV 2007–2026” turut ditampilkan di akhir rekaman.

Namun, penghentian siaran terestrial ini bukanlah akhir dari segalanya bagi Jawapos TV. Langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi besar-besaran menuju media digital.

Jawapos TV dikabarkan akan memfokuskan kekuatannya untuk memperkuat platform digital. Konten-konten kreatif mereka selanjutnya akan hadir sepenuhnya di bawah payung Jawapos.com.

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tren konsumsi media yang semakin dinamis. Perubahan ini menyesuaikan dengan pergeseran audiens ke ranah daring.

Para warganet menyambut kabar ini dengan beragam reaksi. Banyak yang mengungkapkan rasa tidak percaya melihat brand sebesar Jawapos TV harus pamit dari layar kaca.

Sebagian lainnya mulai membandingkan fenomena ini dengan penutupan unit bisnis media besar lainnya, mempertanyakan nasib merek-merek ternama di industri hiburan.

Namun, ada pula yang memberikan pandangan lebih kritis. Mereka menjelaskan bahwa penutupan siaran konvensional merupakan hal lumrah seiring pesatnya perkembangan media digital.

Transisi ke platform digital diharapkan memberikan fleksibilitas lebih bagi perusahaan. Jawapos TV akan bertransformasi dan melanjutkan kiprahnya di dunia digital yang lebih luas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait