Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
DUNIA

Balasan Menohok Iran untuk Trump: “Tarif 20% Lewat Hormuz Itu Terlalu Mahal!”

Oleh Heni Maulidya July 14, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Teheran – Kementerian Luar Negeri Iran melontarkan sindiran pedas terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sindiran ini dilayangkan menyusul pernyataan Trump yang menyebutkan niat Washington untuk memungut biaya sebesar 20 persen dari kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara langsung mengejek usulan tersebut. Ia menganggap besaran tarif yang diajukan Trump sangat tidak masuk akal dan berlebihan.

Araghchi menyatakan, angka 20 persen itu terlalu tinggi. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas rencana AS yang berpotensi membebani lalu lintas pelayaran internasional di jalur vital tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut terpenting di dunia.

Perairan ini menjadi krusial bagi perdagangan minyak global. Sekitar 30 persen minyak mentah dunia yang diangkut melalui laut, melewati selat sempit ini setiap harinya. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang memengaruhi akses ke Hormuz akan memiliki dampak signifikan.

Pihak Iran melihat langkah AS ini sebagai upaya provokasi. Mereka berpendapat bahwa Trump mencoba memanfaatkan posisi strategis Selat Hormuz untuk keuntungan ekonomi Washington. Namun, Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam terhadap tindakan yang dianggap mengganggu kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.

Sebelumnya, Presiden Trump memang sempat mengemukakan gagasan untuk mengenakan pungutan bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Trump beralasan, AS berperan dalam menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut. Oleh karena itu, ia menilai wajar jika ada kompensasi finansial.

Namun, tanggapan dari Menlu Araghchi menunjukkan penolakan keras dari Teheran. Ia secara implisit mempertanyakan dasar pemikiran Trump mengenai tarif tersebut. Pernyataan ini semakin mempertegas ketegangan yang sudah ada antara Iran dan Amerika Serikat.

Situasi di sekitar Selat Hormuz memang kerap menjadi sorotan. Insiden-insiden terkait penangkapan kapal, dugaan sabotase, dan latihan militer sering terjadi di kawasan ini. Hal ini menambah kompleksitas geopolitik di Timur Tengah.

Dalam konteks ini, usulan tarif 20 persen dari Trump dapat diartikan sebagai escalasi retorika dan potensi kebijakan yang dapat mengganggu stabilitas regional. Iran, sebagai negara yang berbatasan langsung dengan selat ini, tentu memiliki pandangan kuat terkait pengelolaannya.

Reaksi cepat dan tegas dari Araghchi mengindikasikan bahwa Iran siap memberikan perlawanan diplomatik terhadap setiap upaya AS yang dianggap merugikan kepentingannya. Pertanyaan kini adalah bagaimana AS akan merespons sindiran dari Teheran tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait