Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Ancaman Kekeringan: Produksi Parmigiano Reggiano Italia di Ambang Krisis Akibat Gelombang Panas

Oleh Muzairi M July 14, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Gelombang panas ekstrem yang melanda Italia kini menghadirkan ancaman serius bagi salah satu produk kebanggaan nasionalnya, keju Parmigiano Reggiano. Produksi keju parmesan terbesar di dunia ini dilaporkan terancam akibat suhu udara yang terus meningkat.

Ancaman ini bukan sekadar isu lokal. Para produsen keju parmesan yang berpusat di wilayah Emilia-Romagna, Italia utara, kini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Cuaca panas yang berkepanjangan ini berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas susu sapi yang menjadi bahan baku utama.

Suhu tinggi menyebabkan stres pada sapi perah. Akibatnya, produksi susu mereka menurun drastis. Selain itu, kualitas susu yang dihasilkan pun ikut terpengaruh, tidak lagi optimal untuk proses pembuatan keju yang membutuhkan standar tinggi.

Presiden Konsorsium Parmigiano Reggiano, Nicola Bertinelli, dalam pernyataannya kepada media internasional, mengungkapkan keprihatinan mendalam. Ia menyebutkan bahwa situasi ini bisa berdampak signifikan pada pasokan keju parmesan di pasar global.

Bertinelli menjelaskan bahwa suhu udara yang melebihi 35 derajat Celsius selama berhari-hari sangat membebani sapi. Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah susu yang dihasilkan, tetapi juga mengubah komposisi nutrisi penting dalam susu tersebut.

Kekeringan yang menyertai gelombang panas juga memperparah keadaan. Ketersediaan pakan ternak yang berkualitas menjadi langka. Para petani terpaksa mencari sumber pakan alternatif yang belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi sapi perah untuk produksi susu optimal.

Parmigiano Reggiano, yang sering disebut sebagai ‘raja keju’, memiliki proses produksi yang sangat spesifik dan memakan waktu lama. Keju ini membutuhkan minimal 12 bulan hingga lebih dari 24 bulan untuk matang sempurna.

Proses panjang ini sangat bergantung pada pasokan susu berkualitas tinggi yang stabil. Kekurangan susu segar yang bermutu akan mengganggu seluruh rantai produksi, mulai dari peternakan hingga meja konsumen.

Konsorsium Parmigiano Reggiano tengah berupaya mencari solusi jangka pendek maupun panjang. Namun, skala dampak gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya ini membutuhkan adaptasi yang signifikan dari seluruh pelaku industri.

Para ahli iklim telah memperingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem seperti gelombang panas ini akan semakin sering terjadi di masa depan. Hal ini menjadi pengingat penting bagi sektor pertanian global untuk segera beradaptasi dengan perubahan iklim demi keberlanjutan produksi pangan.

Dampak pada produksi keju parmesan ini tidak hanya dirasakan oleh Italia, tetapi juga oleh para penikmat keju di seluruh dunia yang menantikan kelezatan keju ikonik ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait