Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
BERITA

Lonjakan Dolar AS Bikin Pedagang Ponsel Pusing Tujuh Keliling, Strategi Diskon Diterapkan

Oleh Emanuel July 14, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memberikan pukulan telak bagi sektor penjualan perangkat elektronik, khususnya telepon genggam. Para pedagang kini terpaksa memutar otak demi bertahan di tengah lesunya pasar.

Kondisi ini berdampak langsung pada harga jual berbagai perangkat elektronik. Kenaikan harga yang signifikan membuat daya beli masyarakat menurun drastis. Akibatnya, toko-toko ponsel di berbagai pusat perbelanjaan mulai merasakan sepinya pembeli.

Menghadapi situasi yang kian menantang ini, para pelaku usaha tidak tinggal diam. Berbagai strategi kreatif pun mulai dilancarkan untuk menggairahkan kembali penjualan yang stagnan. Salah satunya adalah dengan menawarkan beragam program promosi dan diskon menarik.

Seorang pemilik toko ponsel di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta, Bapak Andi (nama samaran), mengaku omzet penjualannya anjlok hingga 40 persen sejak rupiah melemah terhadap dolar AS. “Dulu sehari bisa laku belasan unit, sekarang kadang hanya beberapa saja. Pelanggan banyak yang menunda pembelian karena harga naik,” keluhnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar stok ponsel di tokonya didatangkan langsung dari luar negeri atau komponennya berasal dari negara-negara yang menggunakan dolar AS sebagai mata uang transaksi. “Mau tidak mau, kami harus menyesuaikan harga jual. Tapi kalau terlalu tinggi, ya pembeli jadi hilang,” tuturnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, Toko Elektronik Maju Jaya (nama fiktif) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, mulai gencar memberikan diskon khusus. “Kami menawarkan potongan harga hingga 15 persen untuk beberapa tipe ponsel. Ada juga bonus aksesoris gratis bagi pembeli yang bertransaksi di atas Rp 5 juta,” ujar Ibu Sari, manajer toko tersebut.

Ibu Sari menambahkan bahwa strategi diskon ini diharapkan dapat menarik kembali minat konsumen yang sebelumnya menunda pembelian. “Kami melihat ada sedikit peningkatan setelah ada diskon, tapi belum signifikan. Kami berharap nilai tukar rupiah bisa segera membaik,” harapnya.

Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Hal ini penting agar roda perekonomian, khususnya sektor ritel elektronik, dapat kembali berputar normal dan tidak terus tertekan oleh fluktuasi mata uang asing.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait