Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
BANSOS

Evaluasi Kritis Program Kartu Prakerja: Menelisik Ketepatan Sasaran di Tengah Dinamika Perubahan

Oleh Rini Widiyarti July 14, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Program Kartu Prakerja, sejak diluncurkan, telah menjadi salah satu program bantuan sosial terbesar di Indonesia yang bertujuan meningkatkan keterampilan angkatan kerja dan mengatasi pengangguran. Namun, seiring perjalanannya, pertanyaan mendasar terus mengemuka: apakah sasarannya telah benar-benar tepat sasaran? Artikel ini akan mengulas secara kritis efektivitas program ini dalam menjangkau dan memberdayakan kelompok yang paling membutuhkan.

Latar Belakang dan Tujuan Kartu Prakerja

Diluncurkan di tengah pandemi COVID-19, Kartu Prakerja awalnya dirancang sebagai jaring pengaman sosial bagi para pekerja yang terdampak PHK dan pencari kerja. Tujuannya ganda: memberikan bantuan insentif tunai untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memfasilitasi pelatihan keterampilan agar mereka dapat kembali bersaing di pasar kerja atau bahkan menciptakan lapangan kerja baru. Skema program ini mengombinasikan bantuan biaya hidup dengan akses ke berbagai platform pelatihan daring, sebuah inovasi yang menarik perhatian banyak pihak.

Tantangan dalam Penentuan Sasaran

Salah satu tantangan terbesar dalam program bantuan sosial berskala besar adalah memastikan ketepatan sasaran. Dalam kasus Kartu Prakerja, beberapa kritik muncul terkait potensi kebocoran atau kelirunya penerima. Di awal peluncurannya, sempat terjadi isu bahwa sebagian penerima bukanlah kelompok yang paling membutuhkan, seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau karyawan BUMN yang seharusnya tidak termasuk dalam kriteria. Pemerintah kemudian melakukan perbaikan pada sistem pendaftaran dan verifikasi untuk meminimalisir hal ini.

Selain itu, definisi ‘pencari kerja’ atau ‘pekerja yang terdampak’ juga bisa menjadi area abu-abu. Apakah mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetap namun ingin meningkatkan keterampilan juga berhak? Bagaimana dengan pekerja informal yang pendapatannya tidak stabil? Kriteria yang terlalu luas berisiko menggerus kuota bagi mereka yang benar-benar dalam kondisi darurat finansial dan kehilangan pekerjaan.

Efektivitas Pelatihan dan Dampaknya

Aspek lain yang krusial dalam evaluasi adalah efektivitas program pelatihan yang ditawarkan. Kartu Prakerja menggandeng berbagai platform pelatihan yang menyediakan kursus dalam beragam bidang. Pertanyaannya, apakah materi pelatihan tersebut relevan dengan kebutuhan pasar kerja terkini? Apakah peserta benar-benar mampu menyerap materi dan mengaplikasikannya setelah pelatihan selesai?

Survei dan laporan independen seringkali menunjukkan hasil yang bervariasi. Ada peserta yang merasa sangat terbantu dan berhasil mendapatkan pekerjaan baru atau meningkatkan kualitas pekerjaannya. Namun, tak sedikit pula yang merasa pelatihan kurang mendalam, tidak sesuai harapan, atau bahkan tidak memberikan dampak signifikan pada peluang kerja mereka. Kualitas instruktur, metode pengajaran, dan relevansi kurikulum menjadi faktor penentu yang perlu terus ditingkatkan.

Dampak Kartu Prakerja terhadap penurunan angka pengangguran juga menjadi variabel penting. Meskipun program ini memberikan insentif, efektivitasnya dalam mendorong terciptanya lapangan kerja baru atau penyerapan kembali angkatan kerja ke sektor formal masih perlu diukur secara komprehensif. Apakah insentif tunai lebih banyak digunakan untuk konsumsi daripada investasi keterampilan?

Peran Teknologi dan Perbaikan Berkelanjutan

Pemanfaatan teknologi dalam Kartu Prakerja, mulai dari pendaftaran daring hingga penyediaan platform pelatihan, patut diapresiasi. Namun, kesenjangan digital di beberapa wilayah Indonesia dapat menjadi hambatan bagi sebagian calon penerima. Oleh karena itu, perlu dipikirkan strategi agar program ini tetap inklusif.

Pemerintah telah menunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki program ini. Evaluasi berkala, penyesuaian kriteria, serta peningkatan kualitas dan relevansi pelatihan adalah langkah-langkah yang krusial. Kerjasama dengan pelaku industri untuk memastikan kurikulum pelatihan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja juga sangat penting.

Kesimpulan

Program Kartu Prakerja adalah inisiatif ambisius yang memiliki niat baik untuk memberdayakan masyarakat. Namun, seperti program besar lainnya, ia tidak lepas dari tantangan. Ketepatan sasaran tetap menjadi isu yang perlu terus diawasi dan diperbaiki, terutama dalam memastikan bantuan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Selain itu, fokus pada peningkatan kualitas dan relevansi pelatihan akan menjadi kunci utama keberhasilan jangka panjang program ini dalam menciptakan angkatan kerja yang lebih terampil dan berdaya saing. Evaluasi kritis yang berkelanjutan adalah investasi penting untuk memastikan Kartu Prakerja benar-benar mencapai tujuannya sebagai alat pemberdayaan ekonomi nasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait